Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Penguatan Ideologi, Dr. Syamsuddin Kupas Tuntas Manhaj Islam Berkemajuan di Upgrading Muballigh ke-2

MuhammadiyahLamongan.com- Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis, muballigh muda Muhammadiyah dituntut tidak hanya menguasai mimbar, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan umat. Pesan kuat inilah yang mengemuka dalam acara Upgrading Muballigh Muda Muhammadiyah ke-2.

Acara ini digelar oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong, bertempat di Hotel dan Resort Arayana Trawas, Sabtu (27/6/2026).
Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Syamsuddin, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Bidang Tarjih dan Tajdid. Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas materi esensial bertajuk “Manhaj Islam Berkemajuan” sebagai kompas gerakan dakwah Muhammadiyah.

Islam Bukan Sekadar Ritual, Tapi Pembangun Peradaban

Di hadapan para peserta, Dr. Syamsuddin menegaskan bahwa Islam Berkemajuan merupakan manhaj (metode) Muhammadiyah dalam memahami dan mengamalkan agama yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menurutnya, Islam tidak boleh dipahami secara sempit.

“Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual semata, tetapi juga membangun peradaban yang maju, berilmu, berkeadilan, dan membawa rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya tegas.

Ia juga merinci lima karakter utama yang menjadi pilar Islam Berkemajuan, yaitu Pertama: Bertauhid sebagai landasan seluruh amal perjuangan. Kedua: Berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ketiga: Menghidupkan ijtihad dan tajdid agar Islam selalu relevan menjawab tantangan zaman. Kempat: Mengedepankan sikap wasathiyah (moderat), adil, toleran, dan menjauhi sikap ekstrem. Kelima: Mewujudkan rahmatan lil ‘alamin melalui dakwah yang solutif.

Menilik Manhaj Tarjih: Integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani

Salah satu poin penting yang mencuri perhatian peserta adalah penjelasan mengenai Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Dr. Syamsuddin menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan tiga pendekatan berfikir yang saling melengkapi demi melahirkan pemikiran Islam yang utuh:

Pertama: Bayani: Memahami dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah secara benar. Kedua: Burhani: Menggunakan akal, riset ilmiah, dan ilmu pengetahuan. Ketiga: Irfani: Menguatkan dimensi spiritual, keikhlasan, dan kebijaksanaan hati.

“Ketiga pendekatan ini tidak boleh dipisahkan. Kolaborasi ketiganya membuat pemikiran Muhammadiyah selalu kokoh secara dalil, namun tetap rasional dan kaya akan spiritualitas,” tambahnya.

IPTEK adalah Amanah, Muballigh Muda Harus Melek Digital

Di era disrupsi informasi, Dr. Syamsuddin mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah amanah dari Allah. Oleh karena itu, warga Muhammadiyah, khususnya para muballigh, harus gemar belajar dan memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dengan tetap menjadikan tauhid sebagai landasannya.

Di akhir sesi, Wakil Ketua PWM Jatim ini memberikan catatan khusus dan tantangan bagi para Muballigh Muda Muhammadiyah. Ada 5 poin peran yang wajib melekat pada diri mereka:

Pertama: Paham Agama: Memiliki pemahaman agama yang matang sesuai Manhaj Muhammadiyah. Kedua: Jadi Teladan: Menjadi uswah hasanah dalam akhlak sehari-hari. Ketiga: Menyampaikan dakwah yang moderat dan mencerahkan. Keempat: Kuasai Dunia Digital: Mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah masa kini. Kelima: Hadirkan Solusi: Terjun langsung menyelesaikan masalah umat di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kemanusiaan.

Melalui momentum Upgrading Muballigh II ini, Dr. Syamsuddin mengajak seluruh peserta untuk terus mengupgrade diri. “Islam Berkemajuan bukan hanya untuk diwacanakan, melainkan harus diwujudkan dalam amal nyata,” pungkasnya.

Penulis: Ulum, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Perkuat Citra Internasional, Dosen UMLA Jadi Moderator Dialog Kebangsaan di Australia

Read next
0
Share