MuhammadiyahLamongan.com – Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar seminar ilmiah bertajuk manajemen risiko kehamilan dan tantangan skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Kegiatan berlangsung di Auditorium RS. Muhammadiyah Lamongan. Selasa (14/04/2024)
Kegiata ini bertujuan untuk mengedukasi dalam upaya meningkatkan keselamatan ibu dan bayi dan juga memperkuat sinergi antar fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Lamongan.
Seminar ini menghadirkan dua dokter spesialis dari RS Muhammadiyah Lamongan sebagai pemateri utama. Yaitu dr Ayu Diah Primaningrum SpOG (Spesialis Kandungan) yang memaparkan materi Penatalaksanaan Kehamilan Risiko Tinggi.
Kemudian hadir pula dr Bayu Kurniawan SpA MBiomed (Spesialis Anak) yang membahas pentingnya Skrining PJB pada Bayi.
Kehamilan risiko tinggi masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan. Faktor seperti usia ibu, penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi, hingga infeksi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi fatal.
Kegiatan ini terlaksana secara hybrid untuk menjangkau lebih banyak tenaga kesehatan. Sebanyak 33 peserta hadir secara langsung (offline) yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, Klinik kesehatan, serta Bidan Praktik Mandiri di sekitar Kabupaten Lamongan. Sementara itu, 40 peserta lainnya mengikuti jalannya materi melalui platform Zoom Meeting.
Mendukung Akreditasi dan Mutu Layanan
Di samping sebagai sarana edukasi, seminar yang bekerja sama dengan Puslat RS Muhammadiyah Lamongan ini juga menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memenuhi elemen penilaian akreditasi.
Panitia Penyelenggara seminar, Neneng Huriyah STrKeb, dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa ada lima tujuan utama dari kegiatan ini. Antara lain:
- Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam deteksi dini risiko maternal dan neonatal.
- Menyelaraskan Standar Operasional Prosedur (SOP) rujukan antar fasilitas kesehatan.
- Memperkuat koordinasi antara rumah sakit dan fasilitas kesehatan jejaring.
- Mendukung implementasi skrining PJB sebagai bagian dari pelayanan neonatal yang bermutu.
- Mendokumentasikan pembinaan jejaring sebagai syarat akreditasi rumah sakit.
Harapannya, seminar yang telah mendapatkan sertifikasi SKP dari Kemenkes RI ini mampu menciptakan sistem rujukan yang lebih responsif dan terintegrasi.
Dengan koordinasi lintas Instansi dan juga lintas profesi yang lebih baik, risiko keterlambatan penanganan pasien dapat diminimalisir. Demi menjamin keselamatan ibu dan bayi di wilayah Lamongan dan sekitarnya.
Penulis Bagus Pribadi Editor Ghulamin Halim