PDPM Lamongan Gelar Kajian di PRPM Paji

muhammadiyahlamongan.com-Prihatin dengan banyaknya generasi milenial rela menghabiskan waktunya berjam-jam di warung kopi  memaikan permainan Mobile Legends (ML).

Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Paji, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan mengadakan Ngopi Bareng dan Diskusi, di Halaman Masjid At Taqwa, Sabtu (29/9)  malam.

Ketua PRPM Paji, Azhar Fahrudin mengatakan kegiatan ngopi bareng dan diskusi pemuda Muhammadiyah ini didasari atas kondisi memprihatikan dilakukan generasi sekarang yang gemar main game di warkop wifi selama berjam-jam.

“Mulai dari remaja hingga dewasa, game ini sangat digandrungi terutama saat mereka di warung kopi,” ujarnya.

Azhar menambahkan, seperti yang ia ketahui mobile legends  jadi satu permainan yang belakangan digemari banyak orang, terutama generasi milenial saat ini. 

Baca Juga  Sekolah Cabang Dan Ranting Muhammadiyah

“Bahkan, para gamer pun ketagihan memainkan permainan ini selama berjam-jam hingga larut malam agar jagoannya bisa naik level,” katanya.

Keprihatinan serupa juga di ungkapkan Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan, M. Anang Nafi’uzzaki juga  turut mengupas diskusi kali ini. Pasalnya ngegame sekarang menjadi candu .

“Saya ini hoby ngopi, saat ngopi sering kali melihat grobolan anak muda ngegame rame-rame dan teriak-teriak bersama hingga saya disampingnya kala itu merasa budek,” katanya.

Menurutnya, kalau kita berfikir secara mendalam apa manfaat ngegame untuk diri kita?, hingga serius berjam-jam memainkan game tersebut.

Baca Juga  Ada Apa Dengan Lazismu Lamongan

“Saya kira tidak ada, maka dari itu mumpung masih mudah gunakan waktu dengan baik, saat ngopi alangkah baiknya sambil diskusi dan banyaklah belajar agar waktu kita tidak terbuang dengan sia-sia,” jelasnya.

Zaki mengapresiasi kegiatan ini karena, kata dia, dakwah harus menggembirakan, harus bisa adaptif dengan kondisi zaman saat banyak generasi milenial hoby ngopi, maka acara bisa dikemas ngopi santai sambil diskusi.

“Kajian seperti ini harus rutin dilakukan soal materi kajian terserah yang terpenting disitu ada intensitas tatap muka,” punkasnya. (Rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here