Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

PRPM Sedayulawas Ngaji Takdir

prpm sedayulawas

prpm sedayulawasMuhammadiyahLamongan.com –¬†Dalam menghadapi perkembangan zaman global Bidang Dakwah Dan Pengkajian Agama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sedayulawas mendalami ilmu agama Islam dengan kegiatan Ngaji Mingguan, yang dilaksanakan setiap Jum’at Malam 20.00-21.00 WIB di Serambi Masjid Taqwa Muhammadiyah Sedayulawas, (10/02/17).

Kegiatan ini bermaksud menambah semangat belajar memperdalam ilmu agama, “karena arus globalisasi telah mengerus sendi-sendi kehidupan, yang membuat pemuda krisis pengetahuan agama”. Terang Muhammad Kholis,S.Pd Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sedayulawas.

Berangkat dari hal itu Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sedayulawas menggelar Kegiatan Ngaji Mingguan dengan harapan nantinya, “Pemuda Muhammadiyah Sedayulawas mampu memahami mana itu benar dan mana itu salah”, Harap Kholis.

Pertemuan hari ini adalah Pertemuan Pertama mengangkat tema Takdir”. Selaku Pemateri Ustadz Mujibur Rohman,S.HI selaku Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama sekaligus sebagai Narasumber.

Bahwa takdir itu ada dua yaitu takdir jelek dan takdir baik, semua takdir yang pasti ada hikmahnya baik itu yang terjadi sesuatu yang jelek maupun sesuatu yang baik. Takdir bisa disebut juga dengan qodho’ dan qodar. Qodho adalah sesuatu yang terjadi hari ini, sedangkan qodar adalah ketentuan Allah SWT sebelum adanya makhluk yang tau. Sebagian ulama’ memandang qodho’ dan qodar itu sama. Jika qodho’ dan qodar berkumpul maka maknanya berbeda tapi jika berpisah maka maknanya sama. Manusia sejak dulu sebelum Nabi SAW sampai zaman Nabi SAW dan zaman sekarang sudah berdebat tentang qodho’ dan qodar, yang benar tidak ada keraguan tentang qodho’ dan qodar. Ada 3 golongan dalam menghadapi qodar yaitu golongan Qodariyah, Jabariyah dan Ahlu Sunah Wal Jamaah. Menurut Qodariyah menetapkan takdir bahwa manusia punya kehendak, sedangkan menurut Jabariyah menetapkan takdir Allah SWT dengan berlebih-lebihan. Kalau menurut Ahlu Sunnah Wal Jamaah bahwa menetapkan takdir ketentuan karena kehendak Allah SWT yang sudah ditulis sebelum menciptakan bumi dan manusia tidak dipaksa. “Iman kepada takdir Allah SWT tidak akan sempurna kecuali kita mengimani 4 hal, dan itu dinamakan tingkatan-tingkatan qodar yaitu pertama mengimani ilmu Allah SWT, kedua mengimani penulisan Allah SWT, ketiga mengimani kehendak Allah SWT dan keempat mengimani penciptaan Allah SWT”. Ucap Mujibur Rohman

Sekitar 20 orang yang hadir dengan aktif mengikuti kajian ini dari anggota Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Se-Perguruan Muhammadiyah Sedayulawas. (kholis)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Piala Olympiade Soedirman Diserahkan Oleh Ketua Kwarda HW Lamongan

Next Post

Bersyukurlah Maka Tunggu Keajaiban

Read next
0
Share