Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

PWM Jatim Nilai UMLA Kian Dekati Akreditasi Unggul di Milad ke-113 Muhammadiyah Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., memberikan sambutan pada Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Sabtu (20/12/2025) pagi. Kegiatan tersebut berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dan dihadiri jajaran pimpinan persyarikatan, sivitas akademika, serta warga Muhammadiyah.

Sekitar 5.000 warga Muhammadiyah se-Lamongan memadati acara tersebut. Milad Akbar ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., yang dijadwalkan menjadi pembicara utama.

Puncak peringatan Milad ke-113 ini sekaligus menutup rangkaian panjang kegiatan pra-Milad yang telah berlangsung sejak September 2025. Beragam agenda sosial, keagamaan, dan pendidikan sebelumnya digelar sebagai wujud dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Sukadiono mengungkapkan bahwa saat ini Jawa Timur memiliki delapan universitas Muhammadiyah. Dari jumlah tersebut, lima perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) telah meraih akreditasi unggul. Ia menilai Universitas Muhammadiyah Lamongan menunjukkan indikator kuat untuk segera menyusul capaian tersebut. “UMLA memperlihatkan indikator-indikator menuju akreditasi unggul, menyusul PTM yang lebih dulu berdiri,” ujarnya.

Sukadiono kemudian memaparkan lima indikator kesuksesan kepemimpinan. Indikator pertama, menurutnya, adalah kemampuan pemimpin menghadirkan perubahan nyata sehingga institusi yang dipimpin menjadi lebih maju dan berkembang.

Indikator kedua adalah mimpi besar. Ia menilai pemimpin yang sukses adalah mereka yang memiliki visi dan cita-cita besar bagi institusinya. Dalam hal ini, Sukadiono menilai Rektor UMLA telah menunjukkan mimpi tersebut melalui berbagai perubahan dan lompatan kemajuan yang terjadi di kampus.

“Salah satu mimpi besar Rektor UMLA adalah menghadirkan Fakultas Kedokteran. Ini mimpi yang realistis karena kebutuhan dokter saat ini sangat besar. Pendidikan dokter masih sangat dibutuhkan, dan insyaallah UMLA bisa menyusul,” jelasnya.

Indikator ketiga kesuksesan kepemimpinan, lanjut Sukadiono, adalah cinta. Cinta terhadap institusi, organisasi, dan amal usaha akan melahirkan dedikasi serta pengabdian yang tulus dalam memajukan Muhammadiyah.

Pada kesempatan tersebut, Sukadiono juga memberikan apresiasi kepada PDM Lamongan atas terbentuknya Muhammadiyah Holding AUMKES Lamongan. Ia menilai akselerasi pembentukan holding amal usaha kesehatan tersebut sebagai langkah strategis yang luar biasa.

“Ini tentu berkat dukungan seluruh rumah sakit dan klinik Muhammadiyah di Lamongan. Dengan adanya Holding AUMKES Muhammadiyah Lamongan, insyaallah amal usaha di bidang kesehatan akan berkembang secara beriringan dan semakin kuat,” ujarnya.

PWM Jawa Timur, lanjut Sukadiono, memberikan apresiasi tinggi terhadap PDM Lamongan yang dinilainya memiliki dinamika dan inovasi luar biasa. Ia bahkan menyebut Lamongan sebagai daerah yang “megilan” dan sulit ditandingi oleh PDM lain.

“Setiap kali saya mendampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah berkunjung ke Lamongan, selalu ada hal baru yang ditampilkan. Ini menjadi simbol nyata kemajuan PDM Lamongan maupun PDA Lamongan,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Sukadiono menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada PDM Lamongan, PDA Lamongan, serta Pemerintah Kabupaten Lamongan atas sinergi dan kontribusi bersama dalam memajukan Muhammadiyah dan pembangunan daerah Lamongan. (*)

Penulis Fathan Faris Saputro

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Di Hadapan Prof Haedar Nashir, Rektor UMLA Paparkan Transformasi Kampus Selama Tujuh Tahun

Next Post

Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah di Lamongan, Bupati Tekankan Peran Strategis Persyarikatan dalam Pembangunan Daerah

Read next
0
Share