MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Kedungpring mengadakan Refleksi Milad Muhammadiyah 113 Tahun. Kegiatan berlangsung pada Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Sidomlagen. Ahad (4/1/2026)
Kegiatan ini mengangkat Tema “Lokarya Refleksi dan Pengokohan Kolektivitas Kohesi Organisasi Pelajar Muhammadiyah”. Acara ini dihadiri oleh Drs. H. M. Anwar, M.Pd selaku Wakil Ketua PDM Lamongan sebagai Narasumber pada acara ini.
Diikuti seluruh warga Muhammadiyah cabang dan Orton PCM Kedungpring, M. anwar menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh kader Muhammadiyah yang hadir,
“Menjadi kader militan bukan sekadar soal semangat, tetapi tentang kesadaran ideologis, keteguhan sikap, dan kesiapan berjuang dalam kondisi apa pun. Kader militan adalah mereka yang siap hadir, bergerak, dan bertahan demi nilai-nilai dakwah dan persyarikatan,”ujarnya.
Menjadi Kader Muhammadiyah Militan
- Responsif, kader yang peka terhadap situasi dan kondisi. Ia tidak menunggu diperintah, tetapi mampu membaca keadaan dan segera mengambil peran. Responsif berarti cepat tanggap terhadap persoalan umat, pelajar, dan organisasi. Ia hadir bukan ketika ramai saja, tetapi justru muncul saat organisasi membutuhkan.
- Al-Ajnukofi (Mandiri dan Tangguh), tidak mudah bergantung pada orang lain, dan kuat dalam pendirian. Kader militan tidak manja pada keadaan. Ia siap berdiri di atas kakinya sendiri, berjuang dengan kemampuan yang ada, serta tidak mudah goyah oleh tekanan, kritik, maupun tantangan.
- Mustakbaroh (Berani Tampil dan Percaya Diri), keberanian untuk menampakkan identitas dan keyakinan. Kader militan tidak ragu tampil di depan, menyampaikan gagasan, dan membela kebenaran.
- Taskhirun Tankhinah (Mengerahkan Seluruh Potensi), mengerahkan semua potensi yang dimiliki pikiran, tenaga, waktu, bahkan perasaannya untuk perjuangan. Tidak setengah-setengah, tidak asal hadir. Setiap amanah dijalankan dengan sungguh-sungguh, karena ia sadar bahwa perjuangan membutuhkan totalitas.
- Mugholabatul (Mampu Mengatasi Masalah) kader yang mampu menghadapi dan mengatasi masalah yang ada. berarti memiliki mental solusi: berpikir jernih saat krisis, tetap tenang dalam konflik, dan mampu mencari jalan keluar tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak dan organisasi.
Melalui acara ini, bahwa menjadi kader militan bukan dilahirkan, tetapi dibentuk melalui proses panjang: latihan, pengorbanan, dan keikhlasan. Jika lima ciri ini tertanam dalam diri setiap kader, maka IPM dan Muhammadiyah akan terus melahirkan generasi pelanjut yang kuat, tangguh, dan istiqamah dalam perjuangan.
Penulis M. Haedar Zulkarnaen Editor Lim