MuhammadiyahLamongan.com – Apa hubungan individu dengan kemajuan sebuah negeri? Dalam Al-Qur’an, individu yang bertakwa kepada Allah SWT memiliki potensi besar dalam membangun masyarakat. Mengutip Surat Ali Imran Ayat 134, mereka yang bertakwa adalah orang-orang yang senantiasa menginfakkan hartanya di jalan kebaikan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Majelis Tarjih dan Tabligh (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Dian Berkah, S.H.I., M.H.I., dalam khutbah Idulfitri yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Sedayulawas.
Dalam salat Idulfitri yang digelar pada Senin (31/3/2025) tersebut, Dr. Dian Berkah menekankan pentingnya membangun diri dan negeri melalui ekonomi Islam. Ia menjelaskan bahwa individu yang bertakwa memiliki potensi besar dalam membangun ekonomi dan masyarakat.
“Kita harus memahami bahwa ekonomi Islam bukan hanya tentang mengumpulkan kekayaan, tetapi juga bagaimana kita dapat berkontribusi kepada masyarakat dan memastikan bahwa harta yang kita miliki digunakan untuk kemaslahatan bersama,” ujar Dr. Dian Berkah.
Sebagai pendiri Waris Center, Dr. Dian Berkah kembali mengutip Surat Ali Imran Ayat 134 yang menegaskan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang memiliki aset, dana, dan harta yang selalu diberikan kepada orang lain dalam bentuk sosial.
Dalam diskusi yang berlangsung, Dr. Dian Berkah juga membahas pentingnya mengoptimalkan potensi ekonomi dalam diri masing-masing untuk membangun negeri. Ia mengutip kitab At-Tafsir Al-Iqtishad Lil Qur’Anil Karim dan Al I’jaz Al Iqtishadiy Li Al Quran Al Karim yang menekankan pentingnya pemanfaatan potensi ekonomi individu untuk kepentingan umat.
“Kita harus berpikir bagaimana potensi ekonomi yang kita miliki dapat digunakan untuk membangun negeri, bukan hanya untuk kepentingan pribadi,” tambahnya. Selain sebagai tokoh agama, Dr. Dian Berkah juga merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Tantangan dan Solusi Ekonomi Umat
Dalam konteks ekonomi, umat Islam menghadapi tantangan besar. Dr. Dian Berkah menjelaskan bahwa umat Islam perlu memahami bagaimana potensi ekonomi mereka dapat digunakan untuk membangun negeri. Ia mengutip Surat Adz-Dzariyat Ayat 19:
“Pada harta benda mereka (orang-orang bertakwa) ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.”
Ayat ini mengajarkan bahwa dalam setiap harta yang dimiliki, terdapat hak bagi mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, solusi untuk membangun ekonomi umat adalah dengan memperkuat kesadaran individu tentang pentingnya berbagi dan berkontribusi bagi masyarakat luas.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.
Salat Idulfitri ini dihadiri oleh sekitar 10.000 masyarakat Desa Sedayulawas yang memadati Pelabuhan Sedayulawas. (*)
Reporter M Kholis. Editor Fathan Faris Saputro.