MuhammadiyahLamongan.com- Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Siswa (LDKMS) 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) SMA Muhammadiyah se-Lamongan. Kegiatan yang digelar selama dua hari, 10–11 November 2025, di Resort Asriloka, Wonosalam, Jombang,
Acara ini menghadirkan suasana pembelajaran kepemimpinan yang edukatif dan menyenangkan. Salah satu pemateri yang dihadirkan oleh panitia adalah sosok pengusaha muda Muhammadiyah, Shulton Hanafi, S.Hum., adalah Owner PT. Baharu Sinar Bahari
Shulton Hanafi, yang kini dikenal sebagai penggerak Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) PW Muhammadiyah Jawa Timur, membawakan materi bertema Kewirausahaan Islami dan Kepemimpinan Produktif.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya semangat kemandirian ekonomi bagi para kader muda Muhammadiyah agar mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berdaya secara ekonomi.
“Pemimpin sejati bukan hanya mampu memimpin orang lain, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi sesama. Wirausaha adalah salah satu jalan dakwah yang nyata,” ujar Shulton dengan penuh semangat di hadapan peserta.
Pria kelahiran Blimbing ini menempuh pendidikan dasar di MI Muhammadiyah Blimbing dan melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Al-Islah Paciran pada tahun 1999–2005. Ia kemudian melanjutkan studi di IAIN Surabaya (kini UIN Sunan Ampel) dan lulus pada tahun 2009. Semasa kuliah, Shulton aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), tempat ia belajar banyak hal, terutama tentang teknik lobi dan komunikasi efektif, kemampuan yang kelak membantunya menjalin relasi luas dengan berbagai pihak, termasuk kalangan bisnis dan pejabat.
Kini, Shulton tengah merintis usaha baru bernama OSIAN, sebuah brand yang ia rancang dengan prinsip kebermanfaatan. Ia menyampaikan bahwa 5% dari keuntungan usaha tersebut akan diinfaqkan untuk kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah dan ortom-ortom di bawahnya. Usaha OSIAN ini akan dipusatkan di Karanggeneng dan direncanakan diluncurkan secara resmi pada 15 November 2025, dengan dihadiri oleh petinggi PW Muhammadiyah Jawa Timur dan Pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang.
Antusiasme peserta LDKMS sangat terlihat selama sesi kewirausahaan berlangsung. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi mengenai peluang usaha di kalangan pelajar. “Mulailah dari hal kecil, tetapi konsisten. Jadikan usaha sebagai ladang ibadah dan pengabdian,” pesan Shulton di akhir sesi.
Kehadiran Shulton Hanafi di LDKMS 2025 tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyalakan semangat baru bagi para kader muda Muhammadiyah untuk menjadi pemimpin yang berkarakter, mandiri, dan berjiwa entrepreneur. Dengan semangat itu, LDKMS tahun ini menjadi langkah nyata dalam melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berakhlak dan berdaya saing tinggi.
Penulis Wilda Nuril Haq, Editor Ma’in