MuhammadiyahLamongan.com – SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) mengikuti ikhtibar yang bekerja sama dengan Divisi Tajdied Center Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim), Senin (26/5/2025).
Kegiatan Ikhtibar merupakan rangkaian dari ujian akhir siswa kelas VI dan juga sebagai syarat untuk kelulusan serta Akhiruassanah dan Wisuda Huffazh I yang akan di gelar pada pada bulan Juni.
Ikhtibar di SD Musaka merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan, pasalnya SD Musaka baru berdiri selama enam tahun, dan baru akan meluluskan siswa.
Ikhtibar adalah salah satu program unggulan yang di gadang-gadang di SD Musaka dengan tujuan alumni SD Musaka mempunyai hafalan Al-Qur’an yang kelak berguna bukan untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk kedua orang tuanya, juga menjembatani alumni untuk menempuh pendidikan di jenjang selanjutnya.
10 siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok satu terdiri dari Azzahra Al Muzdhalifah memiliki hafalan 2 juz (Juz 30 dan 29). Elok Nailul Izzah, 3 juz (Juz 30, 29, dan 28). Nayaka Akbar Kafi, 1 Juz (Juz 30). Fatihurroyyan Raffasya 2 juz (Juz 30 dan 29). Muhammad Zufar Galuh Efendi, 1 Juz (Juz 30), mereka di uji dengan Ustadzah Nafidah.
Kelompok dua dianggotai Labibah Hamidah Mujahidin, 2 Juz (Juz 30 dan 29). Farid Al Farozi, 1 Juz (Juz 30). Nawal Agar Avilyani, 3 Juz (Juz 30, 29, dan 28). Renata Khansa Shafira, 2 Juz (Juz 30 dan 29). Silverrado Ardi Putra, 1 Juz (Juz 30), yang di uji langsung oleh Ustad Taufiq.
Kegiatan ini sengaja diadakan di akhir bulan Mei, setelah serangkaian kegiatan ujian akhir siswa rampung. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Kepala sekolah dan perwakilan dari tim Tajdied, perkenalan dengan para nukhtabir kepada para siswa dan di tutup dengan foto bersama.
Ardiansyah Romadhana, Kepala Sekolah SD Musaka, berpesan kepada anak-anak bahwa harus tetap semangat dan menjalani apapun yang terjadi dalam kehidupan kami semuanya.
“Setiap kegiatan jadikan sebuah pengalaman. Tantangan hari ini tidak seberapa dengan tantangan yang akan datang. Hari ini kalian mempunyai sebuah tantangan tentang hafalan yang akan di ujikan, jadi jangan kalian anggap tantangan sebagai hal yang menakutkan akan tetapi kita harus siap untuk menaklukkan sebuah tantangan. Tetap semangat menjaga hafalan Al-Qur’an karena akan menjadikan syafaat bagi kita kelak saat kita kembali kepada Allah dan bukan hanya untuk kita tapi juga untuk kedua orang tua kita. Semoga kita termasuk orang-orang ahlul Qur’an yang senantiasa menjaga dan mencintai Al-Qur’an,” Ujarnya.
Walaupun ada pengulangan ikhtibar dalam waktu tujuh hari yang akan datang, akan tetapi tak memadamkan semangat siswa kelas VI SD Musaka untuk mendapatkan predikat lulus. Mereka berusaha untuk terus murajaah, surat demi surat dan ayat demi ayat hingga hafal didalam kepalanya.
Dalam perbincangan dengan salah satu mukhtabir, Nafidah menyampaikan kekaguman siswa dalam melantunkan Al-Quran menggunakan irama Hijaz.
“Baru beberapa bulan gabung dengan kami, tapi anak-anak sudah bisa menggunakan irama Hijaz ketika ujian tadi. Sudah bagus,” tuturnya.
Persiapan sejak 6 bulan sebelum ikhtibar digelar, setiap pagi tepatnya di jam nol khusus kelas VI adalah murajaah dengan menggunakan irama Hijaz, dengan harapan ketika ikhtibar mereka semua hafal di dalam kepala dan sudah lancar menggunakan irama Hijaz sesuai dengan aturan dari Tim Tajdied PWM Jatim.
Penulis Apriliana Rosidatul Islamiyah Editor Lim