Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Turba Wilayah 4, Temukan Tiga Kendala yang Menghambat Perkembangan Muhammadiyah

MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan Turun Kebawa (Turba) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan yang dilaksanakan bergulir terbagi 5 Wilayah. Hingga saat ini memberikan nuansa yang harmonis antar jajaran pengurus Cabang satu dengan Cabang lain.

Sebanyak 6 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanggeneng, Turi, Kalitengah, Sekaran, Sukodadi dan Pangkatrejo menghadiri Turba Wilayah 4, Ahad (21/5) siang. Bertempat di Masjid Al Muttaqin Karanggeneng.

Laporan dan Sarasehan dari jajaran PDM Lamongan. Dalam sesi ini, sebagai moderator atau master of ceremony dipandu langsung oleh Subagio selaku Bendahara PDM Lamongan

Dalam sesi pelaporan perkembangan cabang dan ranting masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) diberi kesempatan untuk mempresentasikan potensinya. Secara keseluruhan yang menjadi kendala bagi cabang adalah masalah SDM kader yang perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.

Persoalan sertifikasi tanah wakaf juga menjadi topik pembahasan, yang kemudian mendapat tanggapan dari jajaran PDM. “Bahwa kami, akan memfasilitasi proses sertifikasi tanah wakaf milik Muhammadiyah dengan dibantu oleh tim yang sudah ditunjuk oleh PDM”, jelas Subagio.

Kondisi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah juga menjadi sorotan, karena ada salah satu cabang yang amal usaha pendidikannya hanya mempunyai murid sedikit.

Solusi dari persoalan ini, Cabang Kalitengah dan Karanggeneng khususnya mengupayakan mendirikan sekolah berbasis boarding atau pesantren. “Karena disinyalir, banyak wali murid lebih minat memilih menyekolahkan anaknya ke pesantren”, ungkap Pak Zen salah satu peserta.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PDM Lamongan Ghufron mengungkapkan bahwa persoalan pendidikan dan kader harus mendapatkan perhatian yang serius. “Maka perlu diagendakan setiap cabang untuk melaksanakan diklat yang kontinyu dalam satu paket yang dapat menjawab persoalan tarjih, tabligh dan pendidikan kader. Hal ini menjadi tanggung jawab ketiga majelis untuk bersinergi” pungkasnya. (red)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Hasil Drawing Turnamen Futsal Pemuda Muhammadiyah

Next Post

Baru saja Dibangun, Mushollah Al Furqon Pertama Kalinya Gelar Pengajian Keluarga Sakinah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share