Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Darul Arqam SMA Muhammadiyah 10 Sugio Dibuka, Kepala Sekolah Tekankan Kejujuran dan Pengamalan Ilmu

MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan Darul Arqam di Masjid At-Tamimiyah resmi dibuka pada Rabu (25/2/2026). Program pembinaan karakter dan penguatan nilai keislaman itu diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Suasana pembukaan berlangsung khidmat serta penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari.

Kepala sekolah, Drs. H. Mashudi, menegaskan Darul Arqam yang diselenggarakan setiap tahun tidak boleh berlalu tanpa dampak nyata pada perilaku siswa. Ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama kegiatan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari pengetahuan, tetapi juga pengamalan. Karena itu, peserta diharapkan menunjukkan perubahan sikap setelah mengikuti kegiatan.

Ia juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 5 yang menggambarkan perumpamaan orang berilmu tetapi tidak mengamalkannya. Ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap ilmu diwujudkan dalam tindakan nyata. Pesan itu dinilai relevan dengan tujuan Darul Arqam sebagai sarana pembinaan karakter. Para siswa yang telah mengikuti kegiatan satu hingga tiga kali diharapkan konsisten mengamalkan nilai yang dipelajari.

Mashudi menambahkan, puasa dan Darul Arqam tahun ini harus menjadi momentum menata hati, pikiran, ucapan, dan perilaku agar terbentuk pribadi jujur. Kejujuran, katanya, merupakan kunci kesuksesan sekaligus sumber ketenangan hidup. Kejujuran kepada Allah diwujudkan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seperti menjaga salat, membaca Al-Qur’an, serta berbakti kepada orang tua. Nilai tersebut menjadi landasan utama pembinaan siswa.

“Melalui Darul Arqam, kami berharap lahir kader Muhammadiyah yang tangguh, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Tahun ini, Darul Arqam mengusung tema ketekunan dan kejujuran sebagai fondasi kesuksesan. Seluruh siswa diharapkan membiasakan diri bersikap jujur serta menjauhi kebiasaan berbohong. Kejujuran diyakini membawa ketenangan karena selaras dengan fitrah manusia. Sebaliknya, kebohongan justru memicu kegelisahan dalam kehidupan.

Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diskusi, refleksi, dan pembiasaan ibadah bersama. Metode tersebut dirancang agar nilai yang diajarkan lebih mudah dipahami dan diterapkan. Pihak sekolah berharap proses pembinaan berjalan efektif. Dengan begitu, hasilnya dapat terlihat dalam sikap sehari-hari siswa. (*)

Penulis Nailla Anastasya. Editor Fathan Faris Saputro.

3
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Tiga Level Orang Berpuasa: Dari Menahan Lapar hingga Menjaga Hati

Next Post

Puasa Cheating

Read next
0
Share