Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Bekali Kader Berpikir Kritis, DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA Kupas Tuntas Logical Fallacy

MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menghadirkan materi kedua bertajuk Paradigm Logic Fallacy pada Jumat (17/4/2026). Materi ini disampaikan oleh Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag., M.A di Auditorium Budi Utomo pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.

Materi ini menyoroti pentingnya memahami cara berpikir manusia dalam menelaah suatu persoalan, khususnya dalam konteks diskusi, keilmuan, dan penyusunan argumen. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kesalahan berpikir atau logical fallacy sering kali muncul tanpa disadari, sehingga dapat memengaruhi kualitas pemahaman maupun kesimpulan yang dihasilkan.

Lebih lanjut, pemateri menguraikan bahwa kemampuan mengenali kesalahan logika menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh kader IMM. Hal ini penting agar setiap kader mampu membangun pola pikir yang sistematis, kritis, serta tidak mudah terjebak dalam argumen yang lemah atau menyesatkan. Dengan demikian, proses dialektika yang terjadi dalam forum-forum diskusi dapat berjalan secara sehat dan produktif.

Pelaksanaan materi berlangsung dalam suasana yang cukup kondusif. Peserta mengikuti jalannya pemaparan dengan tertib, meskipun materi yang disampaikan tergolong kompleks dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Durasi penyampaian yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri dalam menyampaikan materi yang bersifat konseptual dan mendalam.

Dalam konteks kaderisasi, materi logic fallacy memiliki peran strategis dalam membentuk karakter intelektual kader IMM. Kemampuan berpikir logis tidak hanya dibutuhkan dalam ruang diskusi formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, pemahaman terhadap kesalahan logika juga menjadi bekal penting bagi kader dalam menyikapi perbedaan pendapat secara bijak. Dengan kemampuan ini, kader diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara rasional, argumentatif, serta tetap menjunjung nilai-nilai keilmuan dan etika berdiskusi.

Kegiatan materi kedua ini menjadi bagian integral dari rangkaian DAD VI yang bertujuan mencetak kader IMM yang unggul secara intelektual dan ideologis. Melalui pembekalan materi ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kualitas berpikir kritis serta mengembangkan kemampuan analisis dalam menghadapi berbagai persoalan.

Ke depan, penyampaian materi yang bersifat kompleks seperti logic fallacy diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari segi metode, durasi, maupun pendekatan pembelajaran. Hal ini penting agar proses kaderisasi tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan pemahaman yang mendalam dan aplikatif bagi seluruh peserta. (*)

Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.

2
Share this article
Shareable URL
Prev Post

DAD VI IMM Al-Iskandariyah Dimulai, Islam Berkemajuan Ditegaskan sebagai Pilar Kaderisasi

Next Post

Makan Malam Sederhana, Perekat Kebersamaan Kader IMM di DAD VI Al-Iskandariyah UMLA

Read next
0
Share