MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) memasuki sesi materi perdana pada Jumat (17/4/2026). Mengusung tema “Islam Berkemajuan”, materi disampaikan oleh Ustaz Dr. Tatag Satri Praja, M.Pd., di Auditorium Budi Utomo lantai 3 UMLA, pukul 13.00–14.30 WIB.
Sebanyak 35 peserta tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan. Suasana ruangan terpantau kondusif, sehingga mendukung proses penyampaian materi berlangsung secara fokus dan interaktif.
Dalam pemaparannya, Ustaz Tatag menekankan bahwa konsep Islam berkemajuan merupakan ciri khas gerakan Muhammadiyah yang harus dipahami sekaligus diamalkan oleh setiap kader IMM. Ia menjelaskan bahwa Islam berkemajuan tidak hanya berbicara tentang kemodernan, tetapi juga mengandung nilai-nilai fundamental yang harus dijunjung tinggi.
“Islam berkemajuan itu menyampaikan kebenaran, menjunjung kemuliaan, dan memayungi kemajemukan,” ungkapnya. Ia menambahkan, ketiga nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan inklusif.
Sesi materi juga membuka ruang diskusi bagi peserta. Salah satu peserta, Achmad Abi Aprilianto, mengajukan pertanyaan kritis terkait kondisi Muhammadiyah saat ini. Ia menyoroti kesenjangan antara kekuatan organisasi dengan realitas di lapangan.
“Ustaz, Muhammadiyah termasuk ormas besar, namun masih banyak warga Muhammadiyah di pelosok yang belum makmur. Lalu, apa solusi Muhammadiyah untuk memajukan wilayah pelosok?” tuturnya.
Pertanyaan tersebut mencerminkan kepedulian kader terhadap kondisi umat serta tantangan dakwah Muhammadiyah ke depan, khususnya dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.
Selain itu, tanggapan peserta juga menunjukkan kesan positif terhadap materi yang disampaikan. Salah satu peserta, Zahrotun Niswah, mengungkapkan bahwa penyampaian materi terasa menarik meskipun terdapat beberapa bagian yang cukup kompleks.
“Seru, penyampaiannya enak. Meskipun di PPT bahasanya lebih sulit, tetapi tetap bisa dipahami. Islam berkemajuan di Muhammadiyah sudah lama ada, tetapi tetap relevan sampai sekarang,” ujarnya.
Sesi materi perdana ini menjadi fondasi awal bagi peserta DAD dalam memahami nilai-nilai ideologis Muhammadiyah. Melalui pemahaman tentang Islam berkemajuan, kader IMM diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang kritis, terbuka, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan suasana yang kondusif serta partisipasi aktif peserta, sesi ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga ruang dialektika yang memperkaya wawasan kader. DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Islam berkemajuan yang terus digaungkan Muhammadiyah. (*)
Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.