MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) resmi membuka kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI pada Jumat (17/4/2026). Bertempat di Auditorium Budi Utomo, lantai 3 UMLA, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membentuk kader IMM yang militan, kritis, dan berintegritas di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.
Pembukaan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut dihadiri enam tamu undangan, 37 peserta DAD, dua instruktur, serta 30 panitia dari unsur pimpinan komisariat aktif. Suasana pembukaan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kaderisasi.
Rangkaian acara diawali oleh pembawa acara Immawati Dila, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Immawan Iqbal. Nuansa nasionalisme dan ideologis semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, “Sang Surya”, dan Mars IMM yang dipandu oleh dirigen Immawati Iva.
Ketua Pelaksana, Immawan Pawitata, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam menyukseskan kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyiapkan acara ini sejak beberapa hari lalu hingga penutupan pada hari Ahad,” ujarnya. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peserta.
Senada dengan itu, Ketua PK IMM Al-Iskandariyah, Immawan Azzar, menekankan bahwa DAD bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses awal pembentukan karakter kader. “Ikuti proses ini dengan sungguh-sungguh karena di sinilah awal pembentukan jati diri kader IMM yang berkomitmen pada nilai-nilai organisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Lamongan, Immawan Alex, mengingatkan pentingnya menjaga ideologi di tengah derasnya arus perubahan. “Kader IMM harus militan. Kita IMM, tetapi jangan sampai terbawa arus. Ideologi IMM harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Pendidikan (FSTP), Eko Handoyo, S.Kom., M.Kom., dalam sambutannya menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa kader IMM harus menjadi generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan persyarikatan.
Sambutan penutup disampaikan oleh Ketua PCM Lamongan, Drs. Syaifudin Zuhri, M.Ag., yang menekankan tiga pilar utama intelektualitas, yakni berpikir kritis, sadar sejarah, dan memiliki keberanian. “Kita harus memiliki nyali untuk berpikir ke depan dan mengambil peran dalam perubahan,” ungkapnya.
Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta membaca hamdalah bersama. “Dengan mengucapkan hamdalah, kegiatan pembukaan DAD VI IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan saya nyatakan dibuka,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan ini menjadi langkah awal dalam proses kaderisasi IMM yang diharapkan mampu melahirkan kader-kader tangguh, ideologis, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sejalan dengan semangat gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan. (*)
Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.