MuhammadiyahLamongan.com- Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman sekolah saat prosesi kirab wisudawan dan wisudawati terpadu digelar. Momen sakral ini melibatkan tiga instansi pendidikan sekaligus, yakni Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 6 Brondong, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 25 Brondong, dan SMK Muhammadiyah 2 Brondong.
Berbeda dari prosesi kelulusan pada umumnya, kirab kali ini menyajikan pemandangan yang begitu menyentuh hati. Langkah tegap bapak dan ibu guru berada di barisan paling depan, memimpin jalan bagi anak-anak didik mereka untuk terakhir kalinya. Di kanan dan kiri, pasukan pagar betis berdiri dengan sigap, mengantarkan langkah demi langkah para siswa kelas akhir—mulai dari kelas 6 MIM, kelas 9 MTs, hingga kelas 12 SMK—menuju gerbang masa depan mereka.
Puncak keharuan membubung tinggi saat memasuki prosesi penyerahan seragam sekolah. Satu per satu perwakilan siswa maju ke depan, melipat pakaian yang selama bertahun-tahun menemani perjuangan mereka menuntut ilmu, lalu menyerahkannya kembali secara simbolis kepada bapak dan ibu guru.
Warna-warni seragam itu kini menjadi saksi bisu sebuah perpisahan
Merah putih yang ceria milik anak-anak MIM 6, Kain kotak-kotak khas lokal berpadu bawahan hitam milik siswa MTsM 25, dan Putih abu-abu yang gagah milik siswa SMKM 2.
“Penyerahan seragam ini bukan sekadar prosesi, melainkan simbol bahwa tugas bapak dan ibu guru dalam mendidik mereka di jenjang ini telah usai. Kini, anak-anak itu resmi kami lepas untuk terbang lebih tinggi,” ujar salah satu guru dengan mata berkaca-kaca.
Suasana semakin menyayat hati saat alunan musik mengiringi sesi salam pamit. Isak tangis pecah di antara para wisudawan, guru, dan orang tua yang hadir. Pelukan hangat dan ucapan terima kasih yang tulus membisikkan rasa syukur atas ilmu, kesabaran, dan kasih sayang yang telah dicurahkan selama ini.
Setelah larut dalam momen yang begitu menguras air mata, atmosfer acara perlahan berubah menjadi penuh harapan. Prosesi kirab ditutup dengan penampilan selebrasi yang apik dari adik-adik kelas lintas jenjang—MIM, MTs, dan SMK.
Sebagai penutup yang indah, ratusan balon diterbangkan ke angkasa oleh adik-adik kelas. Pelepasan balon ini menjadi simbol keikhlasan mereka untuk melepas kakak-kakak kelas pergi demi meraih cita-cita yang lebih tinggi di luar sana. Menatap balon-balon yang membubung tinggi di langit Brondong, terselip doa agar para alumni terpadu ini mampu menjadi generasi yang membanggakan di masa depan.
Penulis: Elvira Eka Salfarina, Editor: Ma’in