Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Estafet Amanah Wali Kelas 4C, Momen Hangat yang Membekas di Raker MI Mumtas Brilliant

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana hangat menyelimuti Aula Pantai Cemara, Jenu, Tuban, saat keluarga besar MI Mumtas Brilliant menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027, Kamis (9/7/2026). Selain menjadi forum penyusunan program kerja dan pembagian tugas, rapat tersebut juga menghadirkan momen yang penuh makna melalui pengumuman pergantian wali kelas 4C.

Di tengah padatnya agenda, perhatian para peserta rapat seketika tertuju pada pengumuman Kepala Madrasah yang menetapkan Nova Ulvia, S.Pd., sebagai wali kelas 4C untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Ia menggantikan Ahmad Farid, S.Ag., yang telah mengemban amanah tersebut selama lebih dari lima tahun.

Pengumuman itu disambut tepuk tangan meriah. Senyum, canda, dan gelak tawa para guru mengiringi pergantian estafet tanggung jawab tersebut. Meski berlangsung dalam suasana santai, momen itu menyimpan makna mendalam tentang dedikasi, kepercayaan, dan regenerasi di lingkungan madrasah.

Ahmad Farid mengaku bersyukur dapat menuntaskan amanah yang selama ini diembannya. Baginya, menjadi wali kelas bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan mendampingi proses tumbuh kembang peserta didik serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa bernapas lebih lega. Amanah yang saya emban selama lebih dari lima tahun kini telah selesai. Terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaan selama ini. Saya juga memohon maaf apabila dalam menjalankan tugas masih terdapat banyak kekurangan. Selamat kepada Bu Nova. Semoga dapat melanjutkan amanah ini dengan lebih baik dan membawa kelas 4C semakin maju,” tuturnya.

Ucapan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta rapat. Sejumlah guru turut menyampaikan doa dan dukungan kepada Nova Ulvia agar diberi kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai wali kelas, membimbing peserta didik, sekaligus menjalin komunikasi yang harmonis dengan para wali murid.

Harapan juga datang dari salah seorang calon wali murid kelas 4C, Nur Lailiyah, S.Pd. Menurutnya, pergantian wali kelas merupakan bagian dari dinamika yang wajar dalam dunia pendidikan dan dapat menjadi awal bagi lahirnya semangat baru.

“Saya merasa senang sekaligus terharu. Semoga dengan wali kelas yang baru hadir semangat baru pula bagi anak-anak. Mudah-mudahan pembelajaran semakin menyenangkan dan komunikasi dengan wali murid semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MI Mumtas Brilliant menegaskan bahwa pergantian wali kelas bukan didasarkan pada penilaian terhadap individu, melainkan menjadi bagian dari strategi madrasah dalam melakukan pemerataan tugas sekaligus regenerasi kepemimpinan di tingkat kelas.

“Pergantian ini merupakan bentuk pemerataan tugas dan regenerasi. Setiap guru memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengalaman sebagai wali kelas. Kami mengapresiasi dedikasi Bapak Ahmad Farid selama menjalankan amanah, sekaligus memberikan kepercayaan kepada Ibu Nova Ulvia untuk melanjutkan estafet pengabdian di kelas 4C,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pergantian penugasan, momen tersebut menjadi cerminan budaya kerja yang tumbuh di MI Mumtas Brilliant. Amanah berpindah tangan bukan karena berakhirnya pengabdian seseorang, melainkan sebagai ruang untuk saling melanjutkan perjuangan dalam memberikan layanan pendidikan terbaik.

Di tengah pembahasan berbagai program strategis madrasah, pergantian wali kelas 4C justru menjadi salah satu momen yang paling membekas. Tawa yang mengiringi pengumuman, haru yang tersirat dalam ucapan perpisahan, serta doa yang mengalir untuk penerus amanah menjadi penanda bahwa setiap estafet pengabdian di MI Mumtas Brilliant selalu dilandasi semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu. (*)

Penulis : Ahmad Farid | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Mendidik Tak Sekadar Mengajar, Pesan Menguat dari Raker MI Mumtas Brilliant

Read next
0
Share