Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Menjejak Karangkajen, Murid SD Musaka Belajar dari Makam K.H. Ahmad Dahlan

MuhammadiyahLamongan.com – Buku dan papan tulis sejenak berganti dengan perjalanan sejarah. Selasa (15/9/2026), murid kelas V dan VI SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) belajar di Kompleks Masjid Karangkajen, Yogyakarta. Di tempat itu, mereka berziarah ke makam K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, sekaligus mengenal jejak perjuangan sejumlah tokoh Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pembelajaran Kontekstual bertajuk Rihlah Kemuhammadiyahan: Napak Tilas Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis (15–17/9/2026).

Bagi murid, perjalanan ini tidak sekadar menjadi kegiatan di luar kelas. Mereka diajak mengenal K.H. Ahmad Dahlan bukan hanya sebagai pendiri Muhammadiyah, melainkan juga sebagai sosok yang meletakkan pendidikan, pembaruan, dan pelayanan kepada umat sebagai bagian dari perjuangannya.

Agenda ziarah ke makam K.H. Ahmad Dahlan dipimpin langsung oleh Kepala SD Musaka Ardiansyah Romadhana. Di hadapan murid, Ardiansyah menjelaskan adab berziarah, tujuan berziarah, serta doa yang dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia.

“Takziah bukan sekadar datang ke makam. Ada adab yang harus kita jaga, ada tujuan yang harus kita pahami, dan ada doa yang kita panjatkan. Kita datang untuk mengingat kematian, mendoakan yang telah mendahului kita, sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan mereka,” ujar Ardiansyah.

Para murid mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat. Mereka diarahkan untuk menjaga sikap, ketenangan, serta kesopanan selama berada di kompleks makam.

Suasana tersebut menjadi pintu masuk bagi murid untuk mengenal lebih dekat sosok K.H. Ahmad Dahlan. Sejarah yang selama ini mereka temui melalui buku pelajaran terasa lebih dekat ketika mereka berada di tempat yang menyimpan jejak perjalanan hidup dan perjuangan tokoh tersebut.

Bagi murid SD Musaka, pengalaman itu menghadirkan cara belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya membaca kisah perjuangan K.H. Ahmad Dahlan, tetapi juga datang ke tempat yang menjadi bagian dari sejarah Muhammadiyah dan merefleksikan nilai-nilai yang diwariskannya.

Salah seorang murid kelas V, Berly, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa datang langsung ke makam K.H. Ahmad Dahlan. Saya jadi lebih tahu tentang perjuangan beliau. Dari kegiatan takziah ini, saya juga belajar bahwa kita harus menjaga adab dan mendoakan orang yang telah meninggal,” kata Berly.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SD Musaka menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada pengetahuan. Murid diajak melihat, mengalami, dan kemudian merefleksikan nilai yang mereka temukan sepanjang perjalanan.

Dengan pendekatan itu, napak tilas tidak semata-mata dimaknai sebagai perjalanan menuju tempat bersejarah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk memahami bagaimana sebuah gagasan, keteladanan, dan perjuangan dapat diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Rihlah Kemuhammadiyahan SD Musaka diharapkan menjadi pengalaman yang membekas bagi murid kelas V dan VI. Mereka tidak hanya diharapkan mengenal siapa K.H. Ahmad Dahlan, tetapi juga memahami nilai perjuangannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Karangkajen, murid belajar bahwa kehidupan seseorang dapat berakhir, tetapi ilmu, kebaikan, dan perjuangan dapat terus hidup melalui generasi yang meneruskannya.

K.H. Ahmad Dahlan telah meninggalkan jejak. Bagi generasi hari ini, mengenal jejak tersebut bukan sekadar untuk mengagumi sosoknya, melainkan untuk memahami nilai yang diperjuangkannya dan meneruskannya dalam konteks kehidupan mereka sendiri.

Dari Karangkajen, murid SD Musaka belajar bahwa perjuangan mungkin telah ditorehkan oleh generasi terdahulu, tetapi nilai-nilainya tetap dapat dihidupkan oleh generasi hari ini.

Rihlah itu pun membawa pesan sederhana: perjuangan dapat diwariskan, tetapi keteladanan harus dihidupkan. (*)

Penulis : Apriliana Rosidatul Islamiyah | Editor : Fathan Faris Saputro

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Juz 30 Menggema di Pelataran Masjid Jogokariyan, Murid SD Musaka Ikuti Murajaah Akbar

Next Post

Belajar Sejarah Muhammadiyah dari Dekat, Murid SD Musaka Kunjungi Museum Muhammadiyah

Read next
0
Share