MuhammadiyahLamongan.com- Di antara peserta pelatihan wartawan Muhammadiyah se-Jawa Timur yang digelar PWMU.CO, delegasi Lamongan hadir dengan semangat belajar bersama. Acara berlangsung Griya Umsida Trawas Mojokerto. Sabtu-Ahad (30-31/10/2026)
Mereka adalah Ma’in, Gondo Waloyo, dan Wasis Budiono. Dalam dokumentasi panitia, ketiganya tampak berfoto bersama pemateri Assoc. A. Riyadh UB, Ph.D, usai penyampaian Materi I.
Yang menarik, dua wartawan Lamongan, Ma’in dan Gondo Waloyo, kompak mengenakan kaos resmi dari panitia bertuliskan “Fact over Fear Journalism”. Kaos tersebut dibagikan panitia kepada seluruh peserta sebagai pengingat prinsip kerja jurnalistik.
Bagi Ma’in, tulisan di kaos itu sangat relevan dengan tugas di lapangan. Ia mengaku materi yang disampaikan sangat membekali.
“Acara ini membekali para wartawan Muhammadiyah untuk menjamin keamanan diri dalam bertugas dengan memahami isi perundang-undangan jurnalisme,” ujar Ma’in saat dimintai kesan setelah sesi.
Materi I yang disampaikan Assoc. A. Riyadh UB, Ph.D mengangkat tema “Jurnalisme Siber, Hukum, dan Kebijakan Publik: Mengawal Ruang Digital yang Berkeadilan”. Materi ini membahas secara mendalam irisan antara UU Pers No. 40 Tahun 1999, UU ITE, dan UU Perlindungan Data Pribadi No. 27 Tahun 2022.
Menurut pemateri, wartawan hari ini menghadapi dua tantangan besar. Pertama, godaan untuk membuat berita clickbait yang menjual rasa takut atau fear untuk mendulang klik. Kedua, rasa over fear atau ketakutan berlebihan dari wartawan sendiri untuk menulis fakta karena khawatir dikriminalisasi.
Solusinya, kata Assoc. Riyadh, adalah kembali pada fakta yang terverifikasi dan pemahaman hukum yang memadai. Wartawan yang paham hukum tidak akan mudah doxing atau membongkar data pribadi orang lain, dan juga tidak akan mudah takut selama bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Prinsip Fact over Fear inilah yang ditekankan panitia PWMU.CO melalui kaos tersebut. Artinya, dalam setiap pemberitaan, fakta harus diletakkan di atas rasa takut dan di atas keinginan untuk viral semata.
Delegasi Lamongan sendiri datang dengan niat belajar, bukan untuk menonjolkan diri. Keikutsertaan dalam pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pemberitaan Muhammadiyah di Lamongan agar lebih akurat, berimbang, dan mencerahkan.
Wasis Budiono yang turut hadir menambahkan, banyak pelajaran praktis yang bisa dibawa pulang ke Lamongan, terutama terkait cara menulis berita siber yang aman secara hukum namun tetap kritis.
Dengan bekal pemahaman hukum jurnalisme siber ini, diharapkan wartawan Muhammadiyah Lamongan dapat terus berkarya memberikan informasi yang berkeadilan bagi warga persyarikatan dan masyarakat umum, serta menghindari praktik-praktik jurnalistik yang merugikan seperti doxing, penyebaran identitas pribadi, maupun judul yang memanipulasi.
Pelatihan yang diselenggarakan PWMU.CO ini menjadi ruang belajar bersama bagi wartawan Muhammadiyah untuk saling menguatkan dalam dakwah melalui media digital.
Penulis Gondo Waloyo Editor Lim