MuhammadiyahLamongan.com – Telah diselenggarakan Musyawarah Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Brondong dimulai Kamis (20/01/2022) dan berakhir pada Sabtu (22/01/2022). Musyawarah Cabang yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah 14 Pambon ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang masing masing perwakilan dari 15 ranting IPM yang ikut.
Sebelumnya pada Selasa(18/01/2022) telah dilaksanakan Pra musycab yang merupakan awal dari puncak kemeriahan Musyawarah cabang ini, adapun Pra musycab ini berupa lomba lomba yang diikuti ranting ranting se kecamatan Brondong. Mereka mengikuti Lomba Gapyak, Tumpeng mini, dan catur. Bebarengan dengan itu dilakukan screening calon formatur periode 2022-2024.
Pada acara pembukaan Musycab ini Ketua lama, Ema Chasib berpesan agar para kader kader muda IPM Se Cabang Brondong, untuk tetap semangat dan senantiasa mantap dalam mengembangkan dan memajukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
“Kami sangat mempersilahkan teman teman IPM dalam menempati tempat ini, bermusyawarahlah dengan baik dan IPM harus tetap menjadi wadah yang menyenangkan dalam proses mengkader”. Ujar Muslichin, selaku Perwakilan dari tuan rumah MIM 14 Pambon.
Disambung oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah Brondong, Mat Iskan menegaskan bahwa IPM harus mengembalikan ruh perjuangan pelajar Muhammadiyah untuk mencintai masjid, menanamkan dalam hati nilai keislaman yang kokoh, banyak membaca, banyak belajar hal hal baru, dan mampu menjadi contoh/tauladan yang baik.
Semangat dan antusiasme sangat luar biasa pada Musycab ke VXI PC IPM Brondong kali ini, karena hampir lebih dari 80% Musyawirin/peserta adalah kader kader baru, ini merupakan modal berharga terutama dalam regenerasi kepemimpinan dan pengembangan kualitas kader. Dengan terpilihnya Ipmawan Abdurrosyid Robbani sebagai nahkoda baru di IPM Brondong dan Ipmawati Defia Oktaviana Sari sebagai Sekretaris umum serta Shella Rizki sebagai Bendahara umum menjadi Babak baru langkah di IPM Brondong.
Pesan utama yang diberikan Mat Iskan untuk para Kader IPM juga harus punya mental tahan banting, jangan hanya minta di sediakan, tapi mencoba mencari dan menyediakan kebutuhannya sendiri, jangan hanya karena hambatan kecil kemudian membuat tidak semangat dalam berdakwah. (Putri Rizqiyatus Salsabillah)