Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Air Mata Bahagia di Aula Abdurrahman Syamsuri: Saat Kurikulum Cinta Mewujudkan Mimpi Generasi Qur’ani MIM 16 Karangasem

MuhammadiyahLamongan.com– Suasana khidmat seketika berubah menjadi penuh haru saat 58 untaian doa dan langkah kaki tegap memasuki Aula Abdurrahman Syamsuri, Kamis (18/6/2026). Hari itu bukan sekadar seremoni kelulusan biasa bagi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 16 Karangasem. Ini adalah perayaan cinta, sebuah muara dari ketulusan dan kerja keras dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

Acara Wisuda Purna Siswa dan Wisuda Tahfidh Qur’an kelas VI ini diawali dengan prosesi kirab yang megah namun menyentuh. Dikawal oleh tim Paskibra, para siswa berjalan beriringan diiringi lagu Hymne MI yang menggema di sudut-sudut aula. Tidak sedikit orang tua yang hadir menyeka air mata sejak menit pertama, menyaksikan putra-putri kecil mereka kini telah tumbuh menjadi sosok-sosok mandiri yang siap melangkah lebih jauh.

Mahkota Surga dari Juz 30

Momen paling menggetarkan jiwa terjadi saat prosesi wisuda tahfidh dilaksanakan. Satu per satu siswa yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 dipanggil ke depan. Program unggulan berbasis “Kurikulum Cinta” yang diusung oleh MIM 16 Karangasem terbukti bukan sekadar slogan. Di balik hafalan ayat-ayat suci tersebut, ada jalinan cinta sesama, ketekunan guru, dan rida orang tua yang melekat erat.

Kepala MIM 16 Karangasem Paciran, dalam sambutannya yang sarat emosi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya yang tak terhingga.

“Ilmu dan hafalan yang anak-anakku peroleh di MIM 16 ini adalah bekal abadi. Jadilah generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melembutkan hati dengan nilai-nilai Islam. Melalui tema cinta sesama, kita bersama-sama mengantarkan mereka menggapai cita-cita setinggi langit,” ungkapnya dengan suara bergetar penuh rasa bangga.

Sinergi Cinta Madrasah dan Orang Tua

Keberhasilan 58 murid hebat ini diakui tidak lepas dari ikatan silaturahmi yang kuat. Pihak madrasah menegaskan bahwa kerja sama yang penuh kasih sayang antara lingkungan sekolah dan keluarga adalah kunci utama dalam membentuk karakter kokoh para murid di tengah tantangan zaman.

Acara yang juga dihadiri oleh pimpinan pondok pesantren, pengawas madrasah, seluruh kepala sekolah di lingkungan Karangasem, serta jajaran komite ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai H. Anwar Mu’rob.

Suasana semakin syahdu saat doa dipanjatkan, memohon agar langkah kaki anak-anak ini selalu diberkahi dan dimudahkan dalam mengejar masa depan.

Acara kemudian diakhiri dengan pemberian penghargaan dan sesi foto bersama—mengunci momen indah tersebut menjadi memori yang akan selalu dikenang seumur hidup oleh para alumni MIM 16 Karangasem Paciran.

Penulis: Ni’ayah, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Asrondi Berpulang, Jejak Pengabdian Sang Guru Tetap Hidup di Hati Banyak Generasi

Next Post

Wakil Ketua PWM Jatim Hadiri Purnawiyata Perguruan Muhammadiyah Palirangan Solokuro, Paparkan Resep Pendidikan Islam

Read next
0
Share