tadarus

Muhammadiyahlamongan.com– Pengembangan pemikiran Islam di kalangan Muhammadiyah sangat penting untuk terus berjalan, karena hal itu sangat berpengaruh pada keberlangsungan persyarikatan, dalam menatap perkembangan zaman serta sekaligus sebagai upaya menata masa depan cerah.

Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) sebagai organisasi non struktural, konsisten menjadi agen pembentuk pemikir di Muhammadiyah, hal itu di wujudkan dengan melaksanakan Tadarus Pemikiran Islam, Rabu-Kamis (23-24/05) bertempat di ruang sidang senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Baca Juga  IGABA Paciran Gelar Festival Anak Bustanul Athfal Menuai Banyak Apresiasi

Pada kesempatan itu ada sekitar 10 anak muda Muhammadiyah asal Lamongan yang ikut mengirim paper pada panitia, namun 6 yang mampu lolos seleksi dari para pakar.

“Sekitar 10 makalah yang dikirim oleh aktivis muda asal Lamongan, namun setelah melalui seleksi, hanya 6 yang memenuhi kriteria dari para penyeleksi, yang terdiri dari Doktor dan Profesor” Jelas Subhan Setowara Ketua Panitia pelaksana

Baca Juga  Migrasi Jamaah, dan Munculnya Idola Baru di Muhammadiyah

Adapun yang berhasil lolos di antaranya adalah M. Nur Ali Zulfikar, mewakili Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) PDM Lamongan, Shafni Ulwan Tansiqi, Rohmah Wahyu Nur Laila, Ega Maulida Najid mewakili kader Muda yang mewakili STIQSI serta ada Nafi’ Muthohirin dan M. Syafrizal Izaqi yang mewakili Pusam dan IMM Surabaya (leo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here