Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Begini Kiprah Dakwah Muslim Dalam Mengatasi Problematika Kids Zaman Now

MuhammadiyahLamongan.com – Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lamongan Musa Kubuwono mengatakan mahasiswa hari ini masih labil, baik saat bersikap maupun dalam berprilaku mereka masih seperti anak-anak, bagi dirinya ini menjadi problem bagi kita semua untuk merubah prilaku tersebut.Seiring dengan laju perkembangan zaman berdampak pada perubahan gaya hidup masyarakat yang meniru budaya asing baik di kalangan orang dewasa, anak muda dan anak-anak.

Berbicara di hadapan lima puluh lebih peserta Seminar Dakwah bertajuk “Kiprah Dakwah Muslim Dalam Mengatasi Problematika Kids Zaman Now” yang diselengarakan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Paciran, Selasa (5/12), di Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong, Kabupaten Lamongan.

Dia mengajak, agar kader Muhammadiyah tidak boleh merokok, sebagai aktivis dakwah harus meninggalkan budaya berpacaran.

“Maka dari itu sebagai aktivis IMM yang bergerak di wilayah dakwah kita wajib mengkoreksi diri apakah kita sendiri sudah melaksanakan itu atau belum. Karena ketika kita sebagai seorang pemimpin maupun guru maka prilaku, karakter kita akan ditiru dan dicontoh oleh anggota atau anak didik kita,” tandasnya.

Sementara itu, Muhammad Anwar Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Paciran menilai Problem kita hari ini ialah kenakalan anak-anak, kenakalan remaja itu muncul disebabkan oleh prilaku orang tua karena orang tua yang tidak berpenampilan seperti orang tua.

“Di wilayah pesisir pantura banyak sekali anak, remaja dan orang tua yang tidak menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Pasalnya, mereka pada saat menjalakan ibadah sholat tetapi tidak awal waktu,” imbuh Pria yang juga mewakili STAI Paciran ini.

Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan mestinya orang tua harus menjadi figur. Menurutnya, seorang figur adalah mereka orang yang ketika mau berbuat, mereka sebelumnya harus sudah berfikir terlebih dahulu bagaimana dampaknya.

Di depan peserta, Dia mengajak mari berdakwah sesuai tujuan Muhammadiyah menjunjung tinggi agama islam dan mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Kita harus memulai dari diri kita, sebab bagaimana kita mau mewujudkannya masyarakat islam yang sebenar-benarnya tetapi kita belum bisa menjadi benar.

Maka kita jangan merasa benar ketika kita berdakwah, karena ini tugas kita semua sebagai mubaligh, yang mana tugas kita untuk mengantarkan sesuai Al Quran dan As Sunnah, kata Anwar dengan tegas.

Sedangkan, Pemateri Seminar Dakwah Puji Astuti mengutip Al Quran surat Al Baqarah ayat 207-208, bahwa ayat itu menjelaskan diantara manusia yang rela menjual dirinya karena untuk mencari ridho Allah dan kaffah dalam berislam.

Seorang Dai urusannya hanya untuk berdakwah. Ada 2 mental yang harus dimiliki oleh seorang Da’i, Pertama, Menanam keikhlasan, kedua keyakinan (tauhid), ketiga sesuai syariat islam, tambahnya.

Menurutnya, perumpaan banyak Dai yang hari ini hanya sekedar mencangkok, tidak menanam. Sehingga masyarakat yang kita beri pencerahan tidak berubah sesuai islam yang kaffah. Karena kita berdakwah tanpa dasar keikhlasan dan tidak sesuai syariat.

Maka hari ini kita perlu menauladani Rosulullah SAW. Seperti yang dulu dilakukan Rasulullah dakwah selama 23 tahun. 13 tahun berdakwah di mekkah hanya untuk menanam tauhid. Maka bekal yang pertama adalah membaca Al-Quran, mempelajari ilmu yang kita perlukan, kedua adalah tidak meninggal sholat malam, pungkasnya.(Iqbal)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

SSB HW Babat Raih Juara 3 Turnamen PT Semen Gresik

Next Post

Ratusan Peserta Ramaikan Kopdarnas Penggiat Literasi Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share