MuhammadiyahLamongan.com – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di halaman Perguruan Muhammadiyah Sidokelar pada Sabtu (7/3/2026). Ratusan peserta yang terdiri atas siswa, guru, serta para wali murid berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh MI Muhammadiyah 07 Sidokelar dan MTsM 08 Sidokelar berkolaborasi dengan paguyuban wali murid.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara sekolah, siswa, dan orang tua di bulan suci Ramadan.
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dari kedua lembaga pendidikan serta 135 wali murid MI Muhammadiyah 07 Sidokelar. Kegiatan ini juga terlaksana berkat kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan paguyuban wali murid yang sejak awal berperan aktif mempersiapkan serta menyukseskan acara, termasuk menyediakan menu berbuka puasa.
Sejak sore hari, para siswa dan wali murid mulai berdatangan ke halaman perguruan dengan penuh antusias. Mereka duduk bersama di area yang telah disiapkan panitia, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena dapat berkumpul bersama teman-teman, guru, dan orang tua dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak madrasah yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh wali murid serta paguyuban wali murid atas dukungan mereka terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa buka puasa bersama bukan sekadar agenda makan bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga siswa dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
Memasuki acara inti, para peserta mendapatkan siraman rohani dari Ustadz Ridlwan yang menyampaikan tausiyah tentang makna puasa. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga sarana melatih kesabaran, keikhlasan, serta memperkuat keimanan.
Dengan gaya penyampaian yang ringan namun penuh makna, Ustadz Ridlwan menyampaikan bahwa meskipun umat Muslim menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, Ramadan justru menghadirkan kebahagiaan tersendiri.
“Puasa memang menahan lapar dan haus, tetapi hati kita justru menjadi lebih bahagia. Karena di bulan Ramadan ini kita dilatih untuk lebih sabar, lebih peduli kepada sesama, dan lebih dekat kepada Allah,” ujarnya di hadapan para peserta yang menyimak dengan penuh perhatian.
Menjelang waktu berbuka puasa, cuaca yang kurang bersahabat membuat seluruh peserta berpindah ke ruang kelas untuk melaksanakan buka puasa bersama. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan kebahagiaan dan makna kebersamaan yang terjalin.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan wali murid dalam mendukung pendidikan serta pembentukan karakter siswa. Melalui kebersamaan seperti ini, nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di lingkungan sekolah semakin tumbuh.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MI Muhammadiyah 07 Sidokelar dan MTsM 08 Sidokelar kembali menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan kebersamaan yang mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan keluarga.
Ramadan pun menjadi momen yang tidak hanya menghadirkan keberkahan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di antara seluruh warga Perguruan Muhammadiyah Sidokelar. (*)
Penulis Ghozi. Editor Fathan Faris Saputro.