Majelis Tabligh PDM Lamongan saat luncurkan buku pedoman mubaligh

 

Muhammadiyahlamongan-Rihlah Kader Muda Muballigh Muhammadiyah (RKM3) tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Selain pelepasan peserta, moment itu juga dimanfaatkan untuk peluncuran buku ceramah dan kultum bagi Muballigh Muhammadiyah.

Acara peluncuran ini dihadiri 200 peserta yang terdiri dari peserta RKM3, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang membidangi dakwah, majelis Tabligh PCM dan anggota majelis Tabligh PDM Lamongan.

“Kami sangat mengpresiasi upaya dari Majelis Tabligh yang menerbitkan buku ini”, kata Ghufron Hambali, yang hadir untuk memberikan pengarahan.

Wakil sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ini berharap agar setelah ini disusul buku-buku yang lain.

Baca Juga  LPB PDM Lamongan dan DMC RSML Lakukan Rapid Assessement

Pria yang tinggal di Lamongan ini berpesan agar muballigh selalu memperkaya pengetahuan agama termasuk pemahaman sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan, Masroin menuturkan bahwa hadirnya buku yang berjudul Penyejuk Qolbu sebagai bentuk tanggungjawab tabligh menanamkan budaya berkarya.

“Selain piawai dalam berpidato muballigh harus melatih diri untuk meninggalkan tulisan agar senantiasa dikenang,” pesannya dengan suara membahana di aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan ini.

Pria yang juga wakil ketua PCM Laren ini juga mewanti-wanti agar pimpinan dan Muballigh gemar membaca buku.

Sekretaris Majelis Tabligh, Mohamad Su’ud, yang juga penyunting buku ini memaparkan bahwa isi dalam buku ini adalah kumpulan tulisan yang tersebar di group media sosial.

Baca Juga  Pemimpin Harus Memiliki Target Kemajuan Diatas Rata-Rata

“Agar lebih bermanfaat kepada ummat maka atas saran dan kesepakatan teman-teman majelis Tabligh, akhirnya kami mengumpulkannya dan menyunting sesuai kebutuhan. Tentu saja kami masih melakukan seleksi dan pentashihan, ” kata pria yang produktif menulis ini.

Selain itu, dalam buku tersebut juga berisi tulisan tentang kemasjidan untuk mengingatkan terus gerakan Memakmurkan Masjid Muhammadiyah yang digagas 6 bulan yang lalu.

“Semoga buku sederhana ini mampu menjawab kegelisahan beberapa mubaligh akan hadirnya buku panduan kultum dan ceramah,” harapnya lebih lanjut (Majelis Tabligh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here