Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dari Ruang Rapat Lahir MEC, Ikhtiar MTs Mutif Membangun Madrasah Unggul

MuhammadiyahLamongan.com – MTs Muhammadiyah 25 Brondong merintis Mutif Excellent Center (MEC) sebagai pusat pengembangan potensi peserta didik yang akan menjadi identitas baru madrasah. Gagasan tersebut lahir dalam rapat kerja menjelang Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Meeting Room Aola Signature, Paciran, Ahad (12/7/2026), sebagai bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang lebih terarah dan berorientasi pada penguatan bakat, minat, serta prestasi siswa.

Rapat kerja yang diikuti seluruh sivitas akademika itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai evaluasi, gagasan, dan strategi pengembangan madrasah dibahas bersama hingga melahirkan sejumlah keputusan penting, salah satunya pembentukan MEC sebagai program unggulan baru.

Di ruang pertemuan berukuran sekitar 7 x 4 meter, sebanyak 13 peserta duduk melingkar dan berdiskusi tanpa sekat. Didukung fasilitas audio, proyektor, dan pendingin ruangan, rapat yang semula dijadwalkan berlangsung selama dua jam berkembang menjadi forum yang berlangsung hampir dua kali lebih lama. Antusiasme peserta mencerminkan semangat kolektif untuk memajukan MTs Muhammadiyah 25 Brondong.

Rapat diawali dengan sambutan Ketua Pengurus Badan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah (BPKPM) Brondong, Heru Purnama, M.Pd. Meski tengah dalam perjalanan menuju Yogyakarta, ia tetap memberikan arahan dan motivasi melalui konferensi video.

Selanjutnya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wargi Utomo, S.Pd.I., memimpin jalannya rapat. Kepala Madrasah, Suaidi, M.Pd., memaparkan evaluasi kinerja Tahun Pelajaran 2025/2026, struktur organisasi baru, serta arah kebijakan madrasah untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.

Rapat resmi ditutup sekitar pukul 14.00 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Namun, forum belum benar-benar berakhir. Seusai peserta lain meninggalkan ruang pertemuan, Kepala Madrasah bersama jajaran wakil kepala madrasah melanjutkan diskusi yang lebih mendalam.

Dalam forum tersebut, Suaidi memaparkan cita-cita besar yang ingin diwujudkan di MTs Mutif. Menurutnya, keberagaman potensi peserta didik harus dikelola secara lebih terarah agar setiap siswa memperoleh ruang untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya.

“Satuan tugas dengan desain khusus untuk mengelola keunggulan-keunggulan siswa sangat dibutuhkan,” tegas Suaidi.

Gagasan tersebut disambut antusias oleh Wargi Utomo, S.Pd.I., Dwi Agus Wajid, S.Pd., dan Musfiro, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis hingga akhirnya melahirkan konsep baru yang disepakati bersama, yakni Mutif Excellent Center (MEC).

MEC dirancang sebagai pusat pengembangan bakat, minat, dan prestasi siswa. Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus ruang aktualisasi bagi peserta didik agar mampu berkembang secara optimal, sejalan dengan visi MTs Mutif sebagai madrasah unggul.

Pembahasan kemudian mengerucut pada bidang-bidang yang akan menjadi fokus pengembangan MEC. Sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dwi Agus Wajid, S.Pd., menawarkan konsep yang mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler dengan program unggulan madrasah.

Lima bidang utama pun disepakati, yakni Bilingual, Sport, Technology, Art, dan Religious. Dari akronim bidang-bidang tersebut lahirlah jargon Be STAR, yang bukan hanya merepresentasikan ruang pengembangan talenta, tetapi juga menjadi ajakan bagi seluruh siswa untuk terus bersinar melalui prestasi terbaik mereka.

Konsep Be STAR selanjutnya diterjemahkan ke dalam berbagai program pengembangan keterampilan yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat siswa, di antaranya Basic English Club, Sekolah Sepak Bola Hizbul Wathan (SSB HW), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, kelas multimedia, teater, kelas vokal, dan tahfiz Al-Qur’an. Ke depan, MEC juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga di luar madrasah guna memperluas pengalaman belajar peserta didik.

Meski waktu telah beranjak sore, semangat berdiskusi tidak surut. Ide demi ide terus mengalir sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun MTs Mutif menjadi madrasah yang semakin maju.

“Hari ini kita merintis. Semoga dalam satu tahun ke depan perjalanan MEC berjalan sesuai harapan sehingga dapat terus kita sempurnakan,” ujar Wargi Utomo.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.28 WIB ketika forum akhirnya ditutup. Namun, bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah 25 Brondong, berakhirnya diskusi justru menjadi awal perjalanan baru. Melalui MEC, madrasah menyalakan harapan agar setiap siswa memiliki ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan benar-benar bersinar bersama dalam semangat Be STAR. (*)

Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

520 Mahasiswa UMLA Diterjunkan dalam KKN 2026, Wujudkan Desa Sehat dan Berdaya Saing

Next Post

MPLS Ramah Dimulai, SD Muhammadiyah 1 Brondong Sambut Murid Baru dengan Semangat Mimpi Besar

Read next
0
Share