Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Guru Muhammadiyah Perlu Upgrade

1 min read

guru muhammadiyah

MuhammadiyahLamongan.com

Para pendidik Muhammadiyah hendaknya selalu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Jangan sampai gagap teknologi. Demikian pesan-pesan para pemateri dalam acara pembinaan kepada Kepala Sekolah dan dewan guru, mulai dari KB dan TK sampai ke tingkat SMA yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukodadi (Sabtu, 17/4). Kegiatan yang berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Menongo dan Sukodadi dihadiri seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang dikelola oleh Cabang Sukodadi.

Menurut Sutopo, sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukodadi, Sutopo, S.Pd., bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan jaminan pendidikan di sekolah Muhammadiyah. “Saya datang ke sini untuk memberikan semangat kepada kawan kawan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Cabang Muhammadiyah Sukodadi,” katanya dalam sambutannya. Sutopo juga berpesan kepada para pendidik di Sekolah Muhammadiyah harus loyal dan berdedikasi tinggi terhadap persyarikatan serta menjaga profesionalisme sebagai pendidik.

Suriyah, S.Pd., dalam sambutannya sebagai panitia, menyampaikan banyak terima kasih kepada lembaga pendidikan yang telah merespon acara ini dengan luar biasa. “Kami berharap semoga acara ini bermanfaat bagi para guru dan karyawan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah,” kata wanita yang juga Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sukodadi.

Mustain, S.Pd. selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukodadi sekaligus penyaji dalam acara tersebut menyampaikan penguatan Ideologi. “Menjadi guru berarti siap menjadi contoh bagi siswa dan masyarakat,” paparnya. Mustain menambahkan, bahwa menjadi guru tidak hanya mengajar saja, tapi juga menjadi penggerak dan anggota aktifi di rantingnya.

Mustain mendorong kepada para guru agar mulai lagi memahami prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah dan kepribadian Muhammadiyah. “Lebih penting lagi menunjukkan pribadi yang berakhlak Islami, bersedia menjadi kader dan mencetak kader Muhamadiyah,” harap Mustain.

Dalam sesi akhir, materi disampaikan oleh Kusnowo Sadak, selaku ketua Majeis Pendidikan Dasar dan Menengah (Didasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan. Kusnowo mengapresiasi Majelis Dikdasmen PCM Sukodadi, walaupun kondisi puasa bulan Romadhan tetap semangat melaksanakan acara.

Kusnowo mengajak kepada guru Muhammadiyah untuk merenungi Kode Etik Guru Indonesia. “Secara internal, guru Persyarikatan wajib memahami Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM),” tekan Kusnowo. Menurut Kusnowo, dengan memahami PHIWM, akan menjadi landasan ideologis dalam menjalankan amanah.

—————
Ditulis oleh : Joko Sudarmono
Editor: Mohamad Su’ud

Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *