MuhammadiyahLamongan.com-Pada prinsipnya hal-hal yang harus dijauhi saat menjalakan puasa Ramadhan adalah sikap yang tidak terpuji, seperti mengeluarkan kata-kata atau ucapan yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam.

Sebagaimana halnya makan dan minum dapat merusak puasa, demikian pula perbuatan dosa dapat merusak pahalanya, hingga menjadikan dia tidak akan mendapat pahala yang ia kerjakan. Termasuk segala perbuatan yang tercela menurut ajaran Islam. Semua ini harus dijauhi agar tidak mengotori ibadah puasa.

Dalam buku dengan judul “Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadhan” yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, terdapat penjelasan hal-hal yang harus dijauhi Selama berpuasa.

Pertama, berkata atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti: berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, membuat gaduh, mengganggu orang lain, berkelahi, dan segala perbuatan yang tercela menurut ajaran Islam. Terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ. -رواه الخمسة-.

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan suka mengerjakannya, maka Allah tidak memandang perlu orang itu meninggalkan makan dan minumnya.” [HR. Al-Khamsah].

Baca Juga  Kapolda dan Bupati Himbau Agar Masyarakat Tenang Sikapi Kejadian yang Menimpa KH Hakam Mubarok

Selain itu, ditegaskan pula dalam hadits Nabi Muhammad saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا آَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِآُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَسْخَبْ فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. -رواه البخاري ومسلم-.

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: Jika seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor pada hari itu, dan janganlah berbuat gaduh. Jika dimarahi oleh seseorang atau dimusuhinya, hendaklah ia berkata: ‘saya sedang berpuasa’.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Kedua, hal lain yang harus dijauhi untuk orang yang berpuasa agar tidak berkumur atau istinsyaq secara berlebihan. Berdasarkan dalam hadits Nabi saw:

عَنْ لَقِيطِ بْنِ صَبُرَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ أَسْبِغِ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ اْلأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي اْلاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا. -رواه الخمسة-.

Artinya: “Dari Laqith bin Saburah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya berkata: Hai Rasulullah terangkanlah kepadaku tentang wudlu. Rasulullah saw bersabda: Ratakanlah air wudlu dan sela-selailah jari-jarimu, dan keraskanlah dalam menghirup air dalam hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.” [HR. Al-Khamsah].

Baca Juga  Semangat Jihad Digital, LIK PDM Lamongan Rela Berangkat Lebih Awal

Ketiga, larangan mencium isteri di siang hari saat berpuasa, jika tidak mampu menahan syahwat. Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ آَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ وَلَكِنَّهُ آَانَ أَمْلَكَكُمْ لإِرْبِهِ. -رواه الجماعة والنسائى-.

Artinya: “Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Pernah Rasulullah SAW mencium dan merangkul saya dalam keadaan berpuasa. Tetapi beliau adalah orang yang paling mampu menahan nafsunya.” [HR. Al-Jama‘ah dan An-Nasa’i].

Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW melarang keras terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tercela ini. “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah no.1690 dan Syaikh Albani berkata, ”Hasan Shahih.”)

Oleh sebab itu, perbuatan demikian adalah karena orang-orang yang melakukan hal tersebut tidak memahami hakekat puasa yang Allah perintahkan atasnya, sehingga Allah memberikan ketetapan atas perbuatan tersebut dengan tidak memberikan pahala kepadanya.

Ingin tahu Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan selanjutnya? Ikuti terus di MuhammadiyahLamongan.com.(Rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here