Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Keindahan Hidup di Alam Barzakh

MuhammadiyahLamongan.com – Remaja Masjid Taqwa (Remstaq) Muhammadiyah Sedayaulawas selenggarakan Bedah buku Keindahan Hidup di Alam Barzakh  karya  Abu Haidar Abdurrahim, Lc. Bertempat di masjid taqwa sedayulawas (12/5) yang  dihadiri oleh jamaah masjid, pengurus muhammadiyah serta ortom setempat.

Dalam acara tersebut . Abu Haidar Abdurrahim, Lc juga turut hadir, dihadapan undangan,  pria dari  ma’had bonjol lawang malang ini menyebutkan  manusia seringkali lalai terhadap kematian, karena, terlena dengan gemerlap kehidupan dunia, dan lupa terhadap hidup setelahnya. Alam kubur seringkali dipersepsikan dengan kesengsaraan dan penyiksaan,

“Banyak orang yang berandai-andai tentang betapa seramnya alam kubur. Pada hakikatnya kematian sewaktu-waktu tiba pada makhluk yang bernyawa, tidak akan ada yang bisa teraselamatkan. Karena mati bukanlah hal yang tidak ada” ungkap Abu Haidar Abdurrahim, Lc. Tetapi kematian merupakan sunatullah yang akan dihadapi semua manusia,  lanjut Abu Haidar, panggilan  Abu Haidar Abdurrahim, Lc

Pindahnya ruh dari jasad alam dunia menuju kehidupan alam barzakh, menjadi bukti bahwa manusia bukanlah makhluk yang kekal didunia, melainkan hanya bersinggah sementara.


Secara utuh dalam buku Keindahan Hidup di Alam Barzakh,   menurut Abu Haidar,  di alam kubur memiliki kenikmatan dan kedahsyatan azab. “Kematian bukan sesuatu yg mengerikan, namun jembatan untuk menuju pelepasan kerinduan pada kekasih yang di idamkan. Perjumpaan bersamanNya adalah dambaan setiap hamba” ”. Kata Abu Haidar

Indahnya alam barzakh tak pernah terbayangkan sekalipun oleh manusia, karena manusia dipenuhi ketakutan akan bayang-bayang benyaknya dosa yang dilakukan. Bagi hamba yang beriman, bertaqwa dan beramal sholeh akan sangat bahagia jika telah dipertemukan dengan kematian, karena dengan itulah ia akan lebih cepat bertemu dengan kekasihNya, “ (*/ kontributor Agung STIT)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Gerakan Kembali Ke Masjid, Remas Jalak Bagikan Sembako

Next Post

Setelah 2 Tahun Bersabar, Akhirnya Terbentuk Ranting Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next

Indonesia Siapa Punya?

Oleh : Haedar Nashir Siapa sesungguhnya pemilik Indonesia? Di negeri ini, tentu tak satu pihak mana pun berhak…
haedar-nashir

Kepompong Ramadhan

Oleh : Prof. DR. M.A Muazar Habibi, M.Psych.,M.Pd. )* Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa…
0
Share