Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Kultum “3 Aspek Pembentuk Perilaku Manusia”

2 min read

Ustadz Rofi’ Munawar, LC menyampaikan khutbah Jum’at di Masjid Ki Bagus Hadikusumo Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) pada hari Jum’at (3/9/2021).

Beliau mengucapkan syukur Alhamdulillah, kita masih diberikan kenikmatan yang luar biasa oleh Allah SWT yaitu berupa nikmat iman dan takwa kepada Allah SWT. Semoga kita semakin bertaqwa dan semakin bersyukur dengan nikmat yang selalu diberikan Allah kepada kita semuanya.

Ustad Rofi’ mengutip Qs. An-nahl ayat 78 “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dengan keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur” (QS. 16:78).

Ayat tersebut sebagai peringatan kepada kita semuanya, agar kita sadar betul bahwa kita semuanya sama saat dilahirkan, sehingga tidak ada yang patut kita sombongkan, tetapi kita semuanya harus mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita semuanya. Ungkap Rofi’ Munawar

Sambungnya “Pendengaran, merupakan piranti indera yang pertama dalam memperoleh ilmu dan ilmu pengetahuan, seperti yang firman Allah SWT “mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah yang mempunyai akal sehat” (QS. Az-Zumar ayat 18).

Maka selalu lah mendengar yang baik-baik untuk kita, diharapkan nanti juga berprilaku yang baik, karena semuanya dimulai dari pendengaran.

Yang kedua, Penglihatan, ada dua arti antara mata secara nyata, yaitu mata kita dan juga ada mata hati, maka antara mata fisik dan “mata hati” harus benar-benar sesuai, artinya antara perbuatan yang kita lakukan dan penilaian dari “mata hati” harus sesuai, kalau misalnya yang dilihat A, seharusnya penilaian mata hati kita juga harusnya A, begitu juga dengan lainya.

Ketiga, Hati Nurani ini adalah muara dari pendengaran dan penglihatan, seperti yang di jelaskan dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim “Sesungguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal darah, jika rusak maka rusaknya semuanya dan jika baik maka baiklah semuanya, ingatlah bahwa segumpal darah itu adalah hati” (HR. Bukhari-Muslim),

Hati nuranilah menjadikan penentu keputusan manusia dan hati nuranilah penuntun kebaikan dan kebenaran itu. Ungkap Rofi’

Intinya dari ulasan tersebut diatas harus ada pada diri kita bagaimana kita memanajemen pertanggungjawaban dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita baik itu pendengaran, penglihatan dan hati nurani kesemuanya harus berjalan seiringan, sehingga mampu membentuk akhlak yang terejawantahkan dalam perilaku kita yang baik dan benar.

Semuanya akan dipertanggunjawabkan di hari akhir kelak dan semoga kita mampu untuk menggunakan pendengaran, penglihatan dan hati nurani kita secara bertanggungjawab” Ungkap Rofi’ Munawar dalam Khutbahnya di Masjid KBH UMLA.

Dalam konteks psikologi, Sigmund Freud, menyampaikan bahwa pembentuk sifat, kepribadian dan perilaku manusia terdiri atas Id, Ego dan Super Ego.

Pertama Id,mengenal kebutuhan alamiah manusia, dan id ini bekerja dalam prinsip kesenangan dan mencari kepuasan secara instan terhadap keinginan dan kebutuhan manusia.

Kedua Ego,cara menghadapi realita, ego mengerti orang lain juga memiliki kebutuhan dan keinginan, sehingga janganlah kita egois dengan tidak mempedulikan keinginan dan kebutuhan orang lain.

Yang ketiga Super Ego, aspek moral yang diterima secara sosial, yang lebih didasarkan pada nilai moral dan yang lebih bisa menilai tentang benar dan salah.

Ketiga komponen kepribadian itu harus seiring sejalan untuk membentuk kepribadian yang mantap dan positif sehingga dalam konteks kehidupan kita mampu untuk benar-benar mengejawantahkan karakter dan akhlak serta perilaku yang baik dalam kehidupan.

Bukankah Rasul diangkat untuk memberbaiki akhlak dan perilaku manusia?
Kita mempunyai Id yang memang kadang mempunyai prinsip kesenangan dan harus memenuhi keinginan dan kesenangan itu secara instan, tetapi Ego menilai secara kenyataan apakah Id kita bisa untuk dilaksanakan apa tidak, dan pertimbangan terakhir adalah super ego dimana super ego inilah yang paling dekat dengan hati nurani, dan hati nurani inilah yang menuntun kebaikan dan kebenaran, tergantung bagaimana kita. Apakah kita akan lebih dominan untuk mengikuti hati nurani kita ataukah kita lebih mementingkan ego kita berdasarkan Id kita tanpa mempertimbangkan hati nurani, sehingga kita bisa dikatakan orang yang egois. Wallahualambishawwab.

Monggo yang mau berdonasi untuk kemakmuran masjid Kibagus Hadikusumo dan LazisMu Universitas Muhammadiyah Lamongan. (Moh. Saifudin, Alfain)

Nomor Rekening ada dibawah ini!, Semoga bermanfaat dan berkah aamiin.
1. Bank Jatim : 0283113030 (Masjid Kibagus Hadikusumo, UMLa).
2. Bank Jatim : 0283211789 (LazisMu UMLa).

 

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *