Fathan Faris Saputro Penulis juga peraih Award lomba menulis Kemenag Kabupaten Lamongan, peraih juara lomba Hari Pers Nasional, dan kader IMM Lamongan

Lomba Memasukkan Paku ke Dalam Botol Latih Gotong-royong

1 min read

MuhammadiyahLamongan.com –Kemeriahan perayaan peringatan HUT RI masih dapat dirasakan hingga sekarang. Meski seminggu waktu telah berlalu dari puncak perayaan pada tanggal 17 Agustus 2021 kemarin, namun berbagai perlombaan dalam menyongsong hari kemerdekaan RI ke-76 tetap dilaksanakan hingga hari ini.

Kemeriahan acara terjadi pada berbagai perlombaan yang dilakukan oleh Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan tahun 2021 kelompok Tebluru, Selasa (24/8/2021) di perguruan Muhammadiyah Tebluru. Acara yang diselenggarakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) STAI Muhammadiyah Paciran ini melibatkan puluhan anak.

Aneka perlombaan tersebut di antaranya baca puisi kemerdekaan, adzan, menggambar, pidato, tahfidz, makan kerupuk, estafet karet, memasukkan paku, rebut kursi, dan lomba ambil koin di dalam tepung. Lomba memasukkan paku dalam botol begitu antusias diikuti anak-anak. Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan yang dihadiri oleh perwakilan kepala sekolah MI Muhammadiyah 06 Tebluru, kepala sekolah SMP Muhammadiyah 20 Solokuro serta Bapak ibu pendidik yang ada di perguruan Muhammadiyah Tebluru.

Anak-anak peserta lomba dan penonton begitu gembira ketika menyaksikan teman-teman mereka berusaha memasukkan paku ke dalam botol. Perlombaan agak berbeda dari biasanya karena setiap paku harus dimasukkan oleh 5 anak untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan 3 anak untuk tingkat SMP dengan cara kerjasama melalui seutas tali yang diikatkan pada pinggang. Selain konsentrasi, perlombaan ini membutuhkan kerja sama antar peserta dalam 1 tim.

“Perlombaan memang dirancang membutuhkan kerja sama antar anak dalam 1 tim seperti ini, agar nantinya anak-anak bisa merealisasikan dalam kehidupan nyata dan mendorong watak kegotong-royongan,” ujar M. Sabilal Romadlon selaku mahasiswa yang ikut PPM.

Bilal menambahkan, kegotong-royongan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini karena ia menilai budaya ini sudah mulai luntur di era moderen. Salah satu cara yang bisa ia perbuat bersama teman-temannya yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan kompetitif namun dibutuhkan kerja sama yang kuat.

“Saya senang bisa memasukkan pakunya ke dalam botol. Memang agak susah karena talinya sering ditarik-tarik oleh teman, tapi akhirnya bisa berhasil juga,” ujar Fazla, salah satu peserta lomba dengan raut gembira. (Fathan Faris Saputro)

 

Fathan Faris Saputro Penulis juga peraih Award lomba menulis Kemenag Kabupaten Lamongan, peraih juara lomba Hari Pers Nasional, dan kader IMM Lamongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *