MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 1.527 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) memulai babak baru pendidikan mereka melalui pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (31/8/2026).
Mastama tidak hanya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan pesan tentang pentingnya ilmu, doa orang tua, dan keberanian untuk memberi dampak bagi masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMLA Drs. H. Muntholib Iskandar mengingatkan mahasiswa baru agar menjadikan pendidikan sebagai bekal untuk meraih masa depan sekaligus membanggakan orang tua.
“Ilmu merupakan bekal utama untuk mencapai kesuksesan hidup. Harapan saya, jadilah anak yang berhasil dan mampu membanggakan orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Muntholib.
Pesan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Drs. H. Shodikin, M.Pd. Ia meminta mahasiswa menjalani perkuliahan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.
“Anda harus serius dalam kuliah. Jangan lama-lama menjadi mahasiswa, paling lama empat tahun. Insya Allah, UMLA adalah kampus yang tepat untuk meningkatkan kompetensi Anda karena dibekali ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global,” kata Shodikin.
Menyiapkan Generasi yang Berdampak
Rektor UMLA Prof. Dr. Aziz Alimul Hidayat, M.Kep., mengajak mahasiswa baru tidak sekadar mengejar gelar akademik. Menurut dia, pendidikan juga harus menjadi ruang untuk membangun jejaring, bertumbuh, dan memberi manfaat bagi orang lain.
Aziz menyampaikan tiga hal yang dapat menjadi bekal mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Pertama, kolaborasi dan jejaring (networking). Mahasiswa didorong membangun relasi dan belajar bekerja sama dengan berbagai pihak sejak awal perkuliahan.
Kedua, pertumbuhan (growth). Mahasiswa diminta terus belajar dari pengalaman dan berani mencoba hal-hal baru.
“Kalian akan diajak untuk terus mencoba dan mencoba. Jangan pernah takut gagal,” ujar Aziz.
Ketiga, berdampak (impact). Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan yang sesungguhnya adalah menciptakan manusia-manusia yang berdampak bagi orang lain,” katanya.
Bagi 1.527 mahasiswa baru UMLA, Mastama menjadi awal perjalanan akademik yang lebih panjang. Mereka tidak hanya dituntut untuk berilmu, tetapi juga berani bertumbuh, membangun jejaring, dan menggunakan pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi sesama. (*)
Penulis : Ghina Raudhatul Jannah | Editor : Fathan Faris Saputro