Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Mengaji Hadits Dhoif Seputar Ramadan Bersama Majelis Tarjih PWM Jawa Timur

MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Labuhan menggelar kajian tentang hadits-hadits dhoif yang berkaitan dengan bulan Ramadan. Acara ini diselenggarakan di Masjid Jami’ Darussalam, Labuhan pada hari Selasa, (19/3/2024).

Sambutan yang hangat disampaikan oleh Maskun, S.Pd.I atas nama PRM Labuhan, menyambut kedatangan jamaah pengajian dari Desa Labuhan. Drs. Mat Iskan, selaku Ketua PCM Brondong, turut memberikan pidato mengenai pentingnya mempelajari tarjih (penetapan hukum syariat) sebagai langkah untuk meningkatkan pemahaman keagamaan. Beliau menegaskan bahwa iman, ilmu, dan amal menjadi esensi dari pergerakan persyarikatan.

Dr. Zainuddin MZ, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, menjadi penceramah pada acara ini. Dalam ceramahnya, beliau membahas tentang hadits-hadits dhoif yang berkaitan dengan bulan Ramadan.

Materi ceramah dimulai dengan penjelasan mengenai pengertian tarjih dan tingkatan-tingkatan hadits, mulai dari shohih (sahih), hasan (baik), dhoif (lemah), hingga maudhu’ (palsu). Beliau kemudian menjelaskan bahwa melalui kajian yang telah dilakukan, ditemukan sekitar 36 hadits dhoif yang berkaitan dengan bulan Ramadan.

Setiap hadits dhoif bahkan hadits maudhu’ disampaikan secara rinci dan komprehensif kepada para jamaah yang hadir. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan mendalam kepada masyarakat tentang kelemahan hadits-hadits tersebut.

Dengan memahami hadits-hadits dhoif yang berkaitan dengan bulan Ramadan, diharapkan masyarakat akan lebih berhati-hati dalam menggunakan hadits tersebut sebagai dasar pengamalan ajaran agama. Beliau juga menekankan pentingnya menggunakan hadits shohih sebagai dasar utama dalam pengamalan nilai-nilai ajaran agama. Hal ini diharapkan dapat membentuk keyakinan yang kuat atas dasar hukum dalam setiap pelaksanaan syariat agama. (*)

Reporter Ma’in. Editor Fathan Faris Saputro.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

PRPM Brengkok Menjadi Relawan Tim Keamanan Masjid At-Taqwa Selama Ramadan

Next Post

PCA Turi Luncurkan Gerakan Bersedekah Sampah di Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share