Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Menko PMK Tingkatkan Kesadaran Bencana Sejak Dini dengan Kurikulum Siaga

MuhammadiyahLamongan.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko Bidang PKM) Republik Indonesia, Muhajir Efendi, mendorong daerah-daerah yang berpotensi terkena bencana untuk menerapkan kurikulum siaga bencana alam dalam mata pelajaran daerah. Menurutnya, kurikulum praktis ini memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan mental anak-anak dalam menghadapi bencana alam. Salah satu contoh daerah yang disebutkan adalah Lamongan, yang sering mengalami banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo atau Sungai Bengawan Jero.

Menteri Muhajir mengungkapkan pentingnya adanya kurikulum yang mengajarkan praktik pencegahan dan penanganan bencana alam di setiap sekolah yang rawan bencana. Menurutnya, kesadaran dan pengetahuan tentang alat keselamatan banjir, seperti membuang sampah dengan benar dan menjalankan gaya hidup bersih, harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak kehilangan kesadaran akan pentingnya penanggulangan bencana.

Menteri Muhajir menyampaikan hal tersebut dalam acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2023 di Pendopo Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (16/5/2023). Acara ini dihadiri oleh tujuh pimpinan daerah, termasuk Sragen dan Blora di Jawa Tengah, serta Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik di Jawa Timur. Setiap daerah melaporkan kegiatan terkait kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.

HKB Nasional 2023 ini memiliki fokus pada masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, mengingat daerah-daerah tersebut sering terdampak banjir. Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah dan media massa, diperlukan untuk meminimalisir dampak bencana.

Selain itu, Suharyanto juga menekankan pentingnya memulai upaya penanggulangan bencana di tingkat desa, terutama bagi masyarakat yang terdampak banjir Bengawan Jero di Lamongan. BNPB memberikan bantuan berupa satu unit pompa mobil kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk membantu normalisasi saluran air dan pengendalian banjir. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut baik bantuan tersebut dan mengungkapkan bahwa mitigasi banjir menjadi prioritas di daerah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga melibatkan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana alam. Mereka melaksanakan simulasi mandiri di empat desa dan melakukan kegiatan penanaman bambu petung sebanyak 1.500 batang di bantaran Sungai Mengkuli bersama masyarakat. Selain itu, dilakukan pengukuhan pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) dengan tujuan menjaga kelestarian alam, aset sumber daya air, dan ketahanan pangan di Lamongan.

Menteri Muhajir juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana. Dia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan berbagai sektor, untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana. Dalam hal ini, edukasi dan simulasi mandiri di Kabupaten Lamongan telah dilakukan sebagai upaya melibatkan masyarakat dalam mitigasi bencana alam.

Pemerintah Kabupaten Lamongan sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BNPB, seperti unit pompa mobil, guna membantu pengendalian banjir di wilayah tersebut. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa daerah ini terus memprioritaskan upaya mitigasi bencana banjir, seiring dengan fokus pada kelestarian alam, sumber daya air, dan ketahanan pangan.

Upaya mitigasi bencana yang dilakukan di Lamongan mencakup berbagai kegiatan, seperti penanaman bambu petung di bantaran sungai, pengukuhan perkumpulan petani pemakai air, serta edukasi dan simulasi mandiri di beberapa desa. Semua langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak bencana alam, serta membangun kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Muhajir menggarisbawahi perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media massa dalam upaya penanggulangan bencana. Dengan kerjasama yang solid, diharapkan risiko bencana dapat diminimalisir dan masyarakat dapat lebih siap menghadapinya.

Pemerintah terus berupaya mengedukasi generasi muda tentang pentingnya penanggulangan bencana sejak dini melalui implementasi kurikulum siaga bencana alam di sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan bencana. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat memiliki pemahaman dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menghadapi bencana alam.

Kesadaran dan pengetahuan tentang bencana alam serta tindakan pencegahan yang tepat akan membantu masyarakat dalam melindungi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar dari bahaya bencana. Dengan adanya upaya kolaboratif dan kesadaran yang tinggi, diharapkan bahwa masyarakat Lamongan dan daerah-daerah lainnya di Indonesia dapat mengurangi risiko bencana dan menghadapinya dengan lebih baik. (Fathan Faris Saputro)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

MDMC Muhammadiyah Membangun Generasi Tangguh Hadapi Bencana

Next Post

IMM Blue Savant Membawa Cahaya Tablig Akbar ke Kesambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share