Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Menunggu Politik Programatik Bukan Sara politik di Pilgub Jatim

MuhammadiyahLamongan.com – Masyarakat Jatim menunggu Program- Program Real dari para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gus Ipul- Puti Guntur Soekarano dan Khofifah Indarparawansa-Emil Dardak, untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan rakyat Jawa Timur, bukan Politik SARA tapi politik programatik.

Saya melihat, para kandidat belum tampak program2 politiknya untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Jatim.
Saya amati dibeberapa media baik cetak atau medsos, lebih mengedepankan identitas SARAnya daripada gagasan2 atau program2 real untuk menjawab problem2 dan kebutuhan masyarakat Jatim.
Salah satu problem mendasar masyarakat Jatim adalah persoalan pendidikan dan kesejahteraan ekonomi dan relasi sosial antar kelompok sosial agama masyarakat Jatim.

Problem pendidiak terutama terkait peningkatan kualitas pendidikan ( TK,SD, SMP,SMA, Pergurusn Tinggi) di Jatim. Saya melihat masih ada disparitas yg lumayan jauh kualiatas Pendidikan di Desa dan di Perkotaan mulai Kualitas SDM Guru, Infrastruktur Sekolah, Pendanaan Sekolah, Manajemen kelmbgaan, kesejahteraan Guru Swasta dan networking. Menurut saya diperlukan program percepatan ( akselerasi) pembangunan pendidikan di Desa2 di Jawa Timur.

Selain problem pemerataan kualitas pendidikan, menurt saya yg perlu diperhatikan para calon gubernur adalah problem kemiskinan d Jatim yg masih lumayan besar.
Berdasar Data BPS Jatim per September 2017 Warga Miskin di Jawa Timur sekitar 4405, 27 atau (11,20%).

Penganguran masih lumayan besar, berdasar data BPS Jatim Tahub 2017 masih sekitar 800 ribu orang yg tersebar diberbagai tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, PT, walaupun ada penururunan dibanding tahun 2016, walaupun begitu tetap jadi PR besar pgi Gubernur kedepan.

Dan menurut saya yg perlu juga diperhatikan adalah relasi kehidupan sosial beragama di Jawa Timur. Kita tidak ingin kasus Sampang ( Konflik antar golongan agama), konflik SARA merembet k daerah2 d Jawa Timur. Dan jangan sampai kasus Pilkada DKI merembet k Jawa Timur.

Dan yang terpenting dalam proses perhalatan pilgub ini, saya berharap para Calon dan Tim Suksesnya untuk patuh dan taat pada aturan2 Pilkada yg telah di atur. Dan saya berharap para pemimoin daerah untuk mrmberikan contoh yg baik bagi warga Jawa Timur untuk mematuhi semua aturan pilkada, jangn menambrk aturan hanya untuk kekuasaan mnghilangkn etika. Sehingga kita berharap perhelatan pilgub jatim aman dan mendapatkn pemimpin yang berkualitas baik.

Sholihul Huda
(Pengamat Politik Univ.Muhamnadiyah Surabaya & Ketua Forum Komunikasi Dosen Jatim)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Adakan Ngaji Petani, MPM Muhammadiyah Babat Belajar Bio Fertilizer di Prigen

Next Post

Launching Sarasehan Perkaderan, IPM Lamongan Berharap Ciptakan Laboratorium Pengetahuan Kader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share