muhammadiyahlamongan.com-Muhammadiyah jangan berhenti dalam berdakwah sebelum maut menjemput. Ancaman dan cacian tidak akan bisa menghentikan langkah aktifis Muhammadiyah. Demikian disampaikan Sanusi dari Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan saat Pengajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah Modo, Sabtu (6/10) kemarin.
“Berdakwah terus digelorakan, kalau diam akan terjadi malapetaka” ungkap Sanusi. Peristiwa yang terjadi di Indonesia tidak lepas dari “campur tangan” Allah, ingin memberikan pelajaran sekaligus hukuman bagi mereka yang ingkar.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pucuk ini berharap agar fungsi Muhammadiyah sebagai kontrol moral terus ditingkatkan. Selain itu, lanjut Sanusi, Muhammadiyah jangan lupa untuk berusaha menjadi tauladan bagi ummat.
“Bila perzinahan dibiarkan dan Muhammadiyah tidak peduli, akan mendatangkan murka Allah, sebagaimana hadist Nabi yang mengatakan “bila riba, perzinahan sudah merajalelah, maka sungguh dia telah menghalalkan siksa dari Allah”, tuturnya penuh semangat.
Lebih lanjut Sanusi mengingatkan, bahwa dalam berdakwah tidak boleh memilih yang beresiko kecil, nahi Munkar walau lebih besar resikonya, tetap haris dilakukan.
Sementara itu, Ketua PCM Modo, Ali Shodiqin mengajak peserta pengajian agar terus meningkatkan ghiroh dalam berjuang. “Kita masih mempunyai amanah meneruskan pembangunan klinik Muhammadiyah, ayo kuatkan tekad untuk menyelesaikannya,” ajaknya di hadapan 100 peserta pengajian.
Seperti biasanya, pengajian rutin juga bersamaan dengan arisan beramal. Masjid Darul Arqom yang berada di kompleks Perguruan Muhammadiyah Modo, menjadi saksi atas kesabaran dan keteguhan para aktifis Muhammadiyah di Cabang Modo. (Kontributor : Mohamad Suud)