Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Pakaian Syar’i Tetap Lincah, Kreativitas Tanpa Batas

MuhammadiyahLamongan.com – Acara pembukaan pengukuhan dan rapat kerja Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Lamongan periode 2022-2026 berlangsung meriah di Auditorium Rumah Sakit Muhhammadiyah Lamongan (RSML), Ahad (30/7/2023), berhasil menghadirkan ratusan orang yang antusias menyaksikan beragam tampilan menarik dari peserta. Salah satu penampilan menonjol adalah dari kelompok tari piring yang diwakili oleh para santriwati dari Pondok Pesantren Al Mizan.

Tari piring, juga dikenal sebagai tari kelompok, berhasil memukau penonton dengan gerakan-gerakannya yang dinamis, lincah, dan energik. Para penari dengan cekatan membawa piring di kedua tangannya, dengan permukaan piring menghadap ke luar. Gerakan-gerakan akrobatik yang sulit membuat penampilan tari piring semakin mengesankan.

Menurut buku ‘Seni dan Budaya’ karya Harry Sulastianto, tari piring menggambarkan berbagai peristiwa kegiatan masyarakat dalam bekerja, seperti gerak batanam (bertanam), gerak manyabik (menyabit), gerak mengirik (mengirik padi), dan gerak baguliang (berguling).

Tari piring disertai dengan iringan musik tradisional talempong, yang terdiri dari enam buah talempong, satu buah gong kecil, satu buah tambua, satu buah botol, dan sejenis kerincing. Alat-alat musik tersebut dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul yang disebut panokok, kecuali tambua yang dipukul dengan tangan dan kerincing yang dipukulkan ke tangan.

Alfanita, salah satu personel dari tari piring, mengungkapkan kebanggaannya bisa tampil pada acara penting ini. “Kami sangat bangga sekali bisa diberikan kesempatan tampil pada acara ini, dan bisa digunakan sebagai bahan latihan,” ujarnya dengan semangat.

Melalui penampilan yang anggun dan profesional, santriwati dari Pondok Pesantren Al Mizan ini berhasil membuktikan bahwa pakaian syar’i tidak menghalangi kemampuan seseorang untuk beraktivitas sebagaimana mestinya. Pakaian syar’i justru dapat menjadi wujud kreativitas tanpa batas dalam menyampaikan seni dan budaya yang memukau.

“Semoga kehadiran tari piring ini dapat menginspirasi dan mengubah persepsi positif tentang pakaian syar’i serta memberikan semangat bagi generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tanpa meninggalkan identitas diri,” pungkasnya. (*)

Reporter Triyana Purnama Sari. Editor Fathan Faris Saputro.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Inilah 5 Anggota Formatur ‘Aisyiyah Musyran Ke-8 Mencorek

Next Post

Siswa MIM 1 Pangkatrejo Menunjukkan Penampilan Tangkas melalui Tapak Suci

Read next
0
Share