Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

sumpah-pemuda

Pasangan Suami Istri Sebagai Pembaca UUD 45 & Sumpah Pemuda

sumpah-pemudaMuhammadiyahLamongan.com – Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada hari ini serentak dilakukan oleh semua elemen Kebangsaan di Negeri ini. Mulai dari Pemerintah Pusat, Propinsi hingga Daerah-daerah di seluruh indonesia. Tidak hanya dilakukan oleh institusi Pemerintahan saja, beberapa Pemuda  yang mengatasnamakan kelompok organisasi muda juga ramai diperbincangkan di beberapa media, baik Televisi maupun media online.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenang Perjuangan Pemuda-pemuda Indonesia dalam ikut serta menyokong kemerdekaan Indonesia. Dipelopori oleh beberapa Organisasi Kepemudaan dari beberapa unsur latar belakang yang berbeda, kemudian kegiatan tersebut dinamakan dengan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Yang menghasilkan keputusan yang kita kenal saat ini adalah Sumpah Pemuda.

Begitu juga Pemerintah Kabupaten Lamongan, pelaksanaan Upacara memperingati Sumpah Pemuda yg bertepatan dengan hari Jum’at tanggal 28 Oktober 2016 pagi tadi di alun-alun Lamongan yang diikuti oleh 15 pleton yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Korpri, Dishub, PMK, beberapa Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dari beberapa Sekolah Tinggi dan Universitas serta Beberapa Siswa dari berbagai sekolah di Kota Lamongan.

Ada yang menarik dalam pelaksanaan Upacara Sumpah Pemuda di alun-alun kota Lamongan hari ini, Petugas Pembaca Undang-undang dasar tahun 1945 dan Keputusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia 1928 adalah Kader PD Pemuda Muhammadiyah Lamongan dan PD Nasyiatul Aisyiyah Lamongan, yang juga aktif di kepengurusan DPD KNPI Lamongan. Mereka adalah Afan Alfian dan Desi Ratnasari.

Bagi Afan, kegiatan seperti ini harus dilaksanakan setiap tahun nya untuk mengenang momentum persatuan Pemuda Indonesia, dan kemudian diaplikasikan dalam persatuan pemuda di era sekarang ini. Dimana akhir2 ini telah banyak terjadi perselisihan antara organisasi kepemudaan sehingga perlu ditanamkan kembali rasa persatuan dan kesatuan dengan cara introspeksi dan evaluasi  bersama.

Penilaian dari sisi lain menurut Desi, perjuangan pemuda hari ini bisa dilaksanakan dengan cara membanggakan negara melalui prestasi-prestasi di bidang olahraga, teknologi, pendidikan dan di bidang lainya. Sehingga perjuangan pemuda masa lalu tidak sia-sia.

Kedua Kader Muhammadiyah tersebut terpilih sebagai petugas upacara sebagai perwakilan dari Unsur Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Lamongan. Selain itu perlu diketahui bersama, Kedua kader Muhammadiyah tersebut adalah Pasangan Suami istri dan sama-sama Alumni PD IPM Lamongan. (Afan)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

5 kunci Menuju Pelajar Berkarakter

Next Post

Ber-Muhammadiyah Dengan Cinta Dan Gembira

Comments 1
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share