Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Pasca PTS Genap, IPM MUDAMA Gelar Seminar Pelajar

MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR. IPM) MUDAMA Pondok Modern Muhammadiyah Paciran menyelenggarakan seminar bertajuk Adab Pelajar Islami, seminggu setelah kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil, di AULA MAMDA pada hari sabtu (19/03/2022).

Mengusung tema “Galilah Tanah Hingga Menjadi Lubang & Galilah Ilmu Hingga Tinggi Menjulang”, IPM SMP MUDAMA Paciran lewat Ketua Umumnya, Ipmawan Hakam Mubarok menghimbau agar kader IPM harus selalu haus akan ilmu dan juga anggun dalam berperilaku. Sebagaimana filofosi dari tema yang kami ambil; “Gali Tanah hingga berlubang” mempunyai maksud usaha yang sungguh serta merenungi bahwa kejadian kita bermula dari sari pati tanah, maka setinggi apapun derajat seseorang, maka jangan lupa untuk tetap merendah tawadhu’ seperti tanah. Adapun maksud “Galilah Ilmu Hingga Tinggi Menjulang” merupakan penerjemahan dari simbol ikatan, yaitu pena. Pena yang menjadi jati diri pelajar berkemajuan. Maka seorang terpelajar haruslah berilmu tinggi dan beradab mulya. Kami berharap; ilmu yang didapat nanti bisa berkah dan menambah wawasan untuk kita semua. Tegasnya!

Rizqi Farid Al Husni, sebagai perwakilan dari PC. IPM Paciran mengatakan; “Ucapan terima kasih kepada PR. IPM MUDAMA karena paska liburan bisa mengadakan refreshing yang berbeda, refreshing dengan mengadakan seminar. Harapannya, agar para peserta nanti bisa aktif untuk bertanya karena bertanya adalah gerbang awal untuk membuka pengetahuan. Saat peserta mengajukan pertanyaan, adab juga sangat penting untuk diperhatikan, sebagaimana kata pepatah arab تعلّم الأدب قبل أن تتعلّم العلم (Belajarlah adab sebelum mempelajari ilmu). Katanya!K

Keistimewaan Ilmu

Dalam sambutannya, kepala sekolah SMPM 25 Furqon Firmansyah, S.Pd menyebutkan bahwa jumlah peserta yang hadir saat ini hanya dihadiri oleh siswa-siswa kelas 7 dan 8, karena siswa-siswi kelas 9 masih melaksanakan ujian praktek. Peserta yang ikut seminar kurang lebih ada sekitar 140 an peserta. Terangnya!
Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Banyak keistimewaan yang di dapat jika seseorang benar-benar mencurahkan pikirannya untuk memperoleh ilmu, pertama; Ilmu spesial hanya untuk manusia. Manusia dan binatang sejatinya sama, hanya ilmulah yang membedakannya. Binatang makan, begitu juga manusia. Binatang Tidur, Kawin, Beraktifiktas, begitu pula manusia. Maka, ilmu yang menjadi pembeda antara manusia dan binatang. Kedua; Ilmu menghantarkan kapada kebaikan dan ketaqwaan, dengan ilmu seseorang bias beramal sesuai dengan petunjuk dan tata cara yang benar, maka ilmu menjadi entitas yang sangat penting agar dapat diketahui suatu amalan tersebut bernilai atau tidak, lanjut Furqon!M

Menjadi Pelajar Berkeadaban

Hadir sebagai pemateri, Ibu Rofidah, S.Th.I menjelaskan bahwa adab dan pelajar menjadi hal yang tidak terpisahkan. Seorang pelajar setidaknya memahami artikulasi antara adab dan manusia terdidik. Setidaknya, terdapat tiga implementasi adab. Pertama, Adab kepada orang tua. Siapa orang tua? Orang tua adalah orang yang melahirkan, mengasuh, membesarkan, mendidik dan merawat anaknya sedari kecil hingga besar. Orang tua menjadi orang yang berjasa kepada kita sehingga bakti tertinggi harus kita berikan ke mereka. Bahkan ridlonya Allah tergantung pada keridloan orang tua. Dengan demikian, saat interaksi dengan orang tua, sangat penting agar kita perhatikan ucapan, perilaku, dan lain sebagainya. Kedua, Adab kepada Guru. Guru merupakan pengganti orang tua di Sekolah. Guru menjadi orang yang berjasa, yang mengajar dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk menghargai dan menghormatinya. Lantas, bagaimana cara menghormati guru? Terdapat beberapa cara untuk menghormati guru; a). Tidak berkata kasar, b). Menghargai, mendengarkan serta menyimak saat guru sedang menerangkan, c). Menyapa jika bertemu, d). Tidak membantah saat dinasehati, d). Hormat dan patuh. Ketiga, Adab kepada sesama. Yang dimaksud adab kepada sesama di sini adalah adab kita terhadap semua makhluk hidup. Termasuk disini; adab dengan teman, masyarakat, lingkungan, binatang, dan semua makhluk hidup. Apa yang kita petik saat ini adalah karena kelalaian kita sebagai manusia untuk berbuat baik dengan apa yang ada disekitar kita. Polusi Udara, ekosistem laut yang terus berkurang, bau sampah di mana-mana. Semuanya tidak terlepas dari ulah tangan kita sebagai manusia. Di samping itu, kita sebagai umat manusia, terkhusus umat muslim, adalah saudara yang saling menguatkan. Tidak boleh saling mendhalimi, mengolok-olok, bertengkar, adu domba, dll. Jika ada teman yang bertengkar, kita harus melerainya, bukan malah mengadu-domba. Pungkas pengajar Fiqih di MAM 02 tersebut! (Taqwim)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

DAD Allende UMS Tanamkan Muhasabah Diri dengan Tadarus Senja

Next Post

Kajian Malam Jumat PRM Mencorek

Read next
0
Share