Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Perkuat Sinergi dan Syiar Digital, Kabag Pendidikan Ponpes Karangasem Sambut Kunjungan MIM 09 Labuhan

MuhammadiyahLamongan.com– Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, MI Muhammadiyah 09 Labuhan menyelenggarakan studi tiru ke MI Muhammadiyah 16 Paciran. Kegiatan ini berlangsung di Kampus 1 di komplek Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, pada Senin (13/4/2026).

Rombongan MIM 09 Labuhan tiba di MIM 16 Paciran pada pukul 08.40 WIB dan langsung disambut oleh Kepala dan Bapak Ibu Guru MIM 16 Paciran dan Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Bapak Fatih Futhoni, M.Pd juga membersamai.

Kemudian rombongan diajak oleh tuan tuan untuk berkumpul di ruang pertemuan studi tiru yang ditempatkan di ruang kelas 1B putri. Dengan penuh khidmat peserta studi tiru memasuki ruangan dengan penuh antusias.

Dalam upaya mempererat tali silaturahmi antar lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, MI Muhammadiyah 16 Paciran Kampus 1 menjadi tuan rumah kunjungan edukasi dari MI Muhammadiyah 09 Labuhan.

Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Fatih Futhoni, M.Pd, secara langsung menyambut kehadiran kepala sekolah beserta dewan guru dari MIM 09 Labuhan. Dalam suasana yang penuh kehangatan, beliau memberikan arahan strategis mengenai pengelolaan madrasah di era modern.

Dalam sambutannya, Fatih Futhoni menekankan tiga poin krusial yang harus dipegang teguh oleh para pendidik untuk menjaga eksistensi dan kualitas madrasah:

1. Memperkokoh Segitiga Emas Pendidikan, Beliau menginstruksikan pentingnya menjaga dan menguatkan kebersamaan antara guru, pengurus, dan wali murid. Harmonisasi ketiga elemen ini diyakini sebagai kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif bagi perkembangan siswa.

2. Aktivasi Syiar Digital, Di era keterbukaan informasi, beliau mendorong seluruh dewan guru untuk menjadi agen informasi. “Seluruh dewan guru harus aktif mensyiarkan kegiatan madrasah di platform media digital,” tegasnya. Hal ini bertujuan agar prestasi dan program unggulan madrasah dapat menjangkau masyarakat lebih luas secara cepat dan akurat.

3. Komitmen dan Tanggung Jawab Profesional, secara khusus, beliau menyoroti peran guru sertifikasi di MIM 09 Labuhan. Diharapkan ada komitmen kolektif untuk turun tangan langsung dalam menyerap penerimaan siswa baru. Sertifikasi profesi bukan sekadar tunjangan, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan keberlanjutan regenerasi siswa di madrasah.

Beliau juga menganggap bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk edukasi bagi para praktisi pendidikan bahwa keberhasilan sekolah saat ini tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga oleh kekuatan jaringan (networking) dan adaptasi terhadap teknologi.

Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan peninjauan fasilitas di Kampus 1 MI Muhammadiyah 16 Paciran, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rombongan MIM 09 Labuhan dalam mengembangkan inovasi serupa di lembaga mereka.

Penulis: Marmulik, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Halalbihalal MPM PDM Lamongan, Dorong Kader Jadi Penggerak Ekonomi

Next Post

Pesan dan Harapan Kepala MI MULA pada Kegiatan Studi Tiru MIM 16 Karangasem Paciran

Read next
0
Share