MuhammadiyahLamongan.com – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid mengungkapkan politik itu bukan persoalan aqidah maka pahamilah politik itu secara dinamis, jangan melihat politik itu secara fanatik.

Nadjib menyebut, sebagai pimpinan kita harus cerdas membaca dinamika politik yang ada. Agar terhindar dari upaya mengadu domba yang dibuat oleh pihak tertentu yang mengatasnamakan agama, faham kebangsaan atau yang lainnya untuk kepentingan para elit politik.

Isu politik tersebut dapat saja muncul di Pilihan Gubenur Jawa Timur dan politik secara nasional, ujar Nadjib pada saat menjadi narasumber Rapat Kerja dan Dialog Ideopolitor yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiya Lamongan, Ahad (25/2) pagi, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan.

Baca Juga  Zainudin Maliki: Politik Transaksional Lahirkan Pemimpin Buruk

Pimpinan Muhammadiyah dan ortomnya jangan sampai menjauhi dalam urusan politik, sambung Nadjib, tidak ada satupun persoalan hidup ini yang berlepas dari ikatan politik.

Pilgub Jatim 2018 sudah dalam tahapan pelaksanaan, “Sebab itu gunakan hak pilih dan hak politik anda dalam setiap kali ada pesta demokrasi dengan sebaik baiknya,” paparnya.

Di depan peserta, ia juga memberikan pandangan serta wawasan kepada seluruh peserta agar selalu menjaga ideologi Muhammadiyah sebagai jiwa yang melandasi setiap langkah dan gerak perjuangan dengan berpedoman kepada aqidah islam yang murni.

Baca Juga  Pasangan Suami Istri Sebagai Pembaca UUD 45 & Sumpah Pemuda

Nadjib berharap, pemimpin Muhammadiyah itu harus punya visi menggerakkan, mengakomodasi, dan mengkoordinasi sehingga ciri pemimpin yang amanah itu dinilai dari seberapa baik catatan dalam sejarah kepemimpinannya, sebab pimpinan Muhammadiyah itu kaya dengan cacian namun miskin pujian. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here