Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

PRM Ini Gunakan Momen Syawalan Dan Buat Arisan Untuk Awali Kegiatan

Muhammadiyahlamongan.com – Memasuki bulan Syawal 1438 H, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Paji Kec. Pucuk Kab. Lamongan, memulai aktifitas dengan melaksanakan kegiatan pengajian dan halal bi halal serta diikuti oleh seluruh warga Muhammadiyah setempat di halaman Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, pada Jum’at (13/07) malam.

Setelah acara halal bi halal di halaman Masjid, ratusan warga ranting Muhammadiyah Desa Paji kemudian melanjutkan dengan saling mengunjungi dari rumah ke rumah secara bergantian.

Kegiatan pengajian dan halal bi halal tersebut menurut ketua PRM Paji, Drs. Su’udi, sebelumnya merupakan kegiatan ranting setiap Dua Minggu sekali dan sudah berjalan selama Delapan tahun.

Dipilihnya pelaksanaan di awal bulan Syawal sendiri (Syawalan) dikarenakan PRM Paji akan mengadakan arisan warga. Dan di harapkan nantinya kajian yang berjalan selama 8 tahun tersebut bisa lebih merata dari rumah ke rumah setiap warga yang menerima arisan.

“Kegiatan syawalan ini sebagai awal mengawali arisan rutin sekaligus silaturahim atau anjangsana bergilir di rumah warga Muhammadiyah setempat setiap dua minggu sekali dan sudah berjalan 8 tahun,” terang Drs. Suudi.

Selain mengawali kegiatan Syawalan dengan mengadakan arisan, PRM Paji juga mendatangkan wakil sekretaris PDM, Drs. H. Ghufron, M Ag,sebagai pemateri kajian ranting yang di tempatkan di pelataran Masjid A-Taqwa setempat.

Dalam materi kajian H. Ghufron juga menerangkan kepada jamaah tentang asal muasal Halal bi halal.

“Halal bihalal (saling memaafkan) itu adanya di Indonesia tepatnya dimulai pada masa Presiden Soekarno. Bedanya halal bihalal yang di timur tengah dilakukan sebelum Ramadhan,” kata H. Ghufron.

Selain itu, wakil sekretaris PDM itu juga mengajak kepada jamaah untuk saling menguatkan akidah dan akhlak serta penguatan ekonomi warga Muhammadiyah.

“Agama islam pada awalnya hadir akibat kondisi masyarakat setempat dari sisi akidah terjadi kekosongan.  Islam datang untuk mendidik akidah adapun prinsip menjalankan sholat lebih mendekatkan diri pada Allah,” terangnya.

“Islam juga mendidik manusia untuk berzakat yang bisa memperkokoh ekonomi. Kemudian, puasa yang sebenarnya adalah membangun sikap dan moral” tambah H. Ghufron di hadapan jamaah pengajian.

Setelah acara pengajian selesai, warga Muhammadiyah ranting Paji langsung saling bersalaman menandai halal bi halal dengan saling memaafkan. (Eko/fadh).

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

PDPM Sudah Keluarkan Surat Intruksi, Baru 6 Cabang Pemuda Yang Sudah Musycab

Next Post

Sinergikan Semua Pimpinan, PRM Pajangan Resmikan MADIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share