MuhammadiyahLamongan.com – I’tikaf atau berdiam diri di masjid daam tempo tertentu dengan melaksanakan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu dengan niat karena Allah di bulan Ramadhan, dianjurkan terutama dilaksanakan di hari-hari akhir Ramadhan.
Menurut Suwito M.Pd, salah seorang pembina panti asuhan dan pondok pesantren Al Mizan Lamongan, bukti keberhasilan I’tikaf kita salah satunya adalah selalu rindu kepada Masjid.
“Dalam I’tikaf harus menata niat agar ikhlas dalam beribadah selama sepuluh hari terakhir ini, sehingga memperoleh hasil yang maksimal ” kata Suwito M.Pd saat membuka Madrasah Ramadhan di masjid Masjid Al Mizan.
Madrasah Ramadhan dalam rangka I’tikaf yang digelar panti asuhan dan pondok pesantren Al Mizan Lamongan sendri berlangsung sejak hari Sabtu hingga Senin besuk. Pesertanya sebanyak 80 peserta, terdiri dari santri kelas 6 Ponpes Al Mizan dan warga sekitar pesantren. Target acara ini, semua peserta harus khatam Al Qur’’an minimal 1 kali dan hafal Al Qur’an minimal Juz ke 30.
“Sebagaimana target pencapaian acara ini, I’tikaf diharapkan mampu mengoptimalkan pendidikan kader mubaligh, ulama dan pemmpin,” sambung Suwito.
Sementara itu menurut Ketua Panitia Madrasah Ramadhan, Ikhwanul Hakim, madrasah Ramadhan ini adalah agenda wajib Ponpes Al Mizan setiap tahun. “I’tikaf kali ini sangat berbeda, karena kita fokus mengoptimalkan pendidikan kader mubaligh, ulama, dan pemimpin dalam persyarikatan,”ungkapnya. (IR)