muhammadiyahlamongan.com-Musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Lamongan menyebabkan di puluhan desa warga kesulitan mendapatkan bersih. Atas kondisi itu Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sugio turut melakukan dropping air bersih.
Menurut Ketua PCPM Sugio, Syamsul Basri S.Pd, aksi sosial ini dilakukan mengingat selama musim kemarau di sejumlah desa warga sangat membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, misalnya untuk memasak, minum, mandi dan mencuci.
“Dan diantara dropping air bersih yang dilakukan PCPM adalah di Dusun Kedunggadung, Desa Deket Agung Kecamatan Sugio. Semoga dropping air ini membawa manfaat, minimal dapat meringankan atau dapat mengurangi beban warga” kata Syamsul Basri S.Pd, Sabtu (22/9) pagi.
Di sisi lain, Sekertaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan, Ali Ahmadi, menegaskan aksi yang dilakukan PCPM Sugio bagian dari implementasi komitmen Pemuda Muhammadiyah untuk memberi solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga Lamongan.
“Harapan kami, semoga aksi yang dilakukan jajaran PCPM Sugio itu menjadi tambahan semangat bagi PCPM-PCPM lainya untuk terus berbuat demi kebahagian dan ketentraman warga” ungkap Gus Mamak menegaskan.
Seperti diketahui berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, saat ini sebanyak 56 desa di wilayah Lamongan mengalami krisis air akibat musim kemarau.
Ke 56 desa tersebut yakni enam desa di Kecamatan Tikung, empat desa di Kecamatan Lamongan sembilan desa di Kecamatan Sugio, satu desa di Kecamatan Mantup, sebelas desa di Kecamatan Kembangbahu.
“Selain itu sebanyak enam desa di Kecamatan Sukodadi, tiga desa di Kecamatan Sarirejo, delapan desa di Kecamatan Modo, dua desa di Kecamatan Bluluk, tiga desa di Kecamatan Sukorame, dua desa di Kecamatan Kedungpring dan satu desa di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Babat yang warganya juga kesulitan mendapat air bersih” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, M Muslimin, pada sejumlah awak media, kemarin.
Muslimin juga menjelaskan dari jumlah itu ada lima desa yang mengalami kering kritis sebanyak 5 desa, yakni di Desa Pangkatrejo, Bakalanrejo Kecamatan Sugio, Desa Mantup. (LIK PDM)