Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Tahajud dan Subuh Berjamaah Warnai Joko Tingkir Literacy Camp 2026 di UMLA

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Ki Bagus Hadikusumo Universitas Muhammadiyah Lamongan pada Sabtu dini hari (9/5/2026). Peserta Joko Tingkir Literacy Camp Competition 1 Tahun 2026 melaksanakan salat tahajud dan salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari rangkaian pembinaan spiritual dalam kegiatan kemah literasi tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi otonom Hizbul Wathan melalui UKM Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Joko Tingkir Universitas Muhammadiyah Lamongan itu tidak hanya berfokus pada perlombaan dan aktivitas kepanduan. Panitia juga menanamkan pembiasaan ibadah dan penguatan nilai religius kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Pelaksanaan salat tahajud dilakukan secara mandiri oleh peserta, panitia, serta pembina qobilah di area masjid. Meski dilaksanakan secara masing-masing, suasana ibadah tetap berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Sejak dini hari, para peserta mulai berdatangan menuju masjid untuk menunaikan salat malam sebelum memasuki waktu Subuh.

Seusai melaksanakan tahajud, peserta dan panitia tampak beristirahat sejenak di dalam masjid sambil menunggu azan Subuh berkumandang. Sebagian peserta terlihat membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga berbincang ringan bersama anggota qobilah masing-masing dengan tetap menjaga ketenangan suasana masjid.

Ketika waktu Subuh tiba, seluruh peserta, panitia, dan pembina qobilah kemudian melaksanakan salat berjamaah. Bertindak sebagai imam salat Subuh ialah Rakanda Fatihul Haldin yang memimpin jalannya ibadah dengan khidmat.

Selama kegiatan berlangsung, panitia turut membantu membangunkan peserta untuk menuju masjid. Salah satu panitia, Rakanda Syahidan, mengatakan peserta tetap menunjukkan antusiasme mengikuti kegiatan ibadah meski harus bangun pada dini hari.

“Alhamdulillah, walaupun dibangunkan dalam kondisi masih mengantuk, peserta tetap semangat berangkat salat ke masjid,” ujar Syahidan.

Kegiatan ibadah berjamaah tersebut diikuti secara tertib oleh seluruh peserta kemah. Kehadiran panitia dan pembina qobilah yang turut melaksanakan salat tahajud dan Subuh bersama peserta menjadi bentuk pendampingan sekaligus penguatan nilai spiritual selama kegiatan berlangsung.

Selain menjadi agenda rutin selama kemah berlangsung, pelaksanaan tahajud dan salat berjamaah juga bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta pembiasaan ibadah kepada peserta. Momentum itu sekaligus menjadi ruang refleksi di tengah padatnya rangkaian perlombaan dan aktivitas kepanduan dalam Joko Tingkir Literacy Camp Competition 1 Tahun 2026. (*)

Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Adu Cepat dan Ketepatan Jawaban, Lomba Cerdas Cermat Semarakkan Joko Tingkir Literacy Camp 2026

Next Post

Adu Gagasan di Arena Literasi, Peserta Joko Tingkir Literacy Camp 2026 Presentasikan Karya Esai

Read next
0
Share