MuhammadiyahLamongan.com- Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dosen Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Nihayatul Munaa, S.K.M., M.P.H., dipercaya menjadi moderator dalam Dialog Kebangsaan bersama Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, yang diselenggarakan di Balai Kartini, Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Australia, pada Jumat (27/6/2026). Kepercayaan tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas akademik sekaligus memperkuat kiprah sivitas akademika UMLA dalam forum-forum strategis tingkat internasional.
Mengangkat tema “Meneguhkan Nilai Keislaman dan Keindonesiaan dalam Kehidupan Diaspora di Australia”, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 AEST (waktu Canberra). Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Association Indonesian Muslim Foundation–Australian Capital Territory (AIMF-ACT) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Australia.
Dalam membuka dialog, Nihayatul Munaa memaparkan makna tema yang diangkat, yakni pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai identitas yang saling menguatkan, khususnya bagi masyarakat diaspora yang hidup di tengah lingkungan multikultural seperti Australia. Diskusi kemudian berkembang pada pembahasan mengenai keterkaitan antara keislaman dan keindonesiaan sebagai fondasi identitas diaspora Indonesia.
Prof. Ma’ruf Amin menekankan bahwa nilai keislaman yang moderat, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang menjunjung persatuan dalam keberagaman. Selain itu, dialog juga membahas tantangan yang dihadapi diaspora Indonesia dalam menjaga identitas di tengah proses adaptasi sosial, budaya, dan akademik di Australia.
Tantangan seperti perbedaan budaya, lingkungan yang plural, hingga pola kehidupan yang berbeda menjadi perhatian utama. Namun demikian, diaspora diharapkan mampu menjadikan perbedaan tersebut sebagai ruang pembelajaran tanpa kehilangan akar nilai yang dimiliki dan tidak terbawa arus untuk prinsip yang menyimpang dari nilai identitas asli.
Dalam sesi berikutnya, pembahasan mengarah pada peran strategis diaspora Indonesia dalam berkontribusi bagi bangsa. Diaspora dinilai memiliki posisi penting sebagai jembatan pengetahuan, diplomasi budaya, dan penguatan jejaring global yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Indonesia.
Kehadiran Nihayatul Munaa sebagai moderator dalam forum strategis ini menjadi bukti kontribusi aktif Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam ruang-ruang dialog internasional. Keterlibatan Nihayatul Munaa dalam forum strategis ini juga menjadi bagian dari kiprah akademiknya selama menjalani cuti studi untuk menempuh program doktor (PhD) di The Australian National University, sekaligus memperluas kontribusi sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam jejaring akademik dan kebangsaan di tingkat internasional.
Penulis: Rohmat, Editor: Ma’in