Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Program Tani Bangkit : Zakat Produktif Lazismu Lamongan Berbasis Pertanian

1 min read

Zakat Produktif Lazismu Lamongan Berbasis Pertanian

MuhammadiyahLamongan.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus pedayagunaan zakat produktif berbasis pertanian.

Lazismu Lamongan melalui program Tani Bangkit memberikan 50 unit alat pembasmi tikus bernama Ratfog Cap Gajah kepada 27 kecamatan di Lamongan senilai 20 juta rupiah.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Lazismu Lamongan, Sujudna kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat secara berkala pada Senin-Kamis, 27-30 April 2020 sekaligus sosialisasi zakat pertanian kesemua cabang.

Saat ditemui di kantor Lazismu, (1/5) Sujudna mengungkapkan bahwa gerakan lumbung pangan perlu ditunjang dengan berbagai upaya serta sarana prasarana agar dapat berjalan lancar dan berhasil. “Alat ini menjadi salah satu upaya kami dalam membantu petani meminimalisir hama tikus yang sering menyerang areal persawahan,”ungkapnya.

“Perlu diketahui, alat ini adalah hasil karya dari seorang petani di Lamongan, pak Hakim namanya, Guru Muhammadiyah di Solokuro yang juga berprofesi sebagai petani yang inovatif. Seremonialnya sudah kita launching bulan Maret kemarin, masing-masing kelompok Petani PCM mendapat bantuan 2 unit,” sambung nya.

Manajer Lazismu Lamongan, Irvan Shaifullah melanjutkan bahwa bantuan ini adalah salah satu pendayagunaan zakat produktif dalam bidang pertanian yang membantu petani untuk meminimalisir hama tikus di sawah.

Ditanya mengapa memilih program zakat produktif berbasis pertanian. Irvan menjelaskan bahwa pertanian mendominasi seluruh sektor berdasarkan statistik dan sebaran profesi penduduk di Lamongan.

“Kalau kita lihat statistik nya, dari seluruh wilayah lahan pertanian di Lamongan, hampir 87.762 ha adalah lahan pertanian sawah, 55.751 ha adalah lahan pertanian non sawah dan sisanya 23.459 ha adalah lahan non pertanian,” sambungnya.

” Dari total data sebaran profesi penduduk Lamongan tahun 2015 yang dirilis oleh BPS, petani dan pekebun itu tertinggi dengan mencapai angka 312.256 jiwa dari 1 juta lebih penduduk di Lamongan,
dan insya Allah potensi itu kita tangkap dan semoga program ini tepat sasaran dan manfaat nya banyak bagi petani,”ungkapnya.

Melalui program Tani bangkit ini juga kami mensosialisasikan zakat zuru’ yang harus dibayarkan oleh petani sesuai dengan ketentuan syariah.

“Mewakili Amil Lazismu Lamongan, kami sampaikan terima kasih banyak kepada donatur yang mempercayakan ZIS nya kepada kami, zakat produktif berbasis pertanian ini akan sangat membantu petani untuk mendukung gerakan lumbung pangan ditengah Pandemi Covid-19 ini,”pungkasnya. (Irvan)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *