muhammadiyahlamongan.com-Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Babat Kabupaten Lamongan akhirnya membebaskan seluruh biaya perawatan Suwito, karena warga Dusun Lengkir Desa Kacangan Kecamatan Modo Lamongan termasuk warga kurang mampu.
“ Pasien bernama Suwito itu kondisinya termasuk warga kurang mampu. Tim kita sudah melakukan cek ke lapangan, makanya kami dari RSM Babat membebaskan seluruh biaya perawatanya” kata Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Babat, dr Fara Nurdiana M, Kes, Kamis (15) siang.
Menurutnya di Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Babat ada program dana zakat yang salah satunya digunakan untuk membiayai masyarakat yang tidak mampu dan berobat di RSM Babat. Dana zakat tersebut dari 2,5% SHU rumah sakit yang disisihkan setiap bulanya. Selain itu berasal dari potongan 2,5% dari gaji karyawan setiap bulan
“ Warga yang benar-benar tidak mampu dan dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari desa atau ranting, kemudian kami survey dan terbukti dari warga tidak mampu maka seluruh biaya akan dibebaskan” ungkap Fara, pangilan dr Fara Nurdiana M, Kes.
Fara juga menjelaskan Suwito warga Dusun Lengkir Desa Kacangan Kecamatan Modo tersebut menderita Anemia, kekurangan darah merah, HB 1,2. Makanya membutuhkan penganan medis yang serius.
Suwito sendiri sejak kecil piatu dan menderita sakit lumpuh sampai di usia 24 tahun. Dan atas kebersamaan sejumlah warga masyarakat yang tergabung dalam Beramal dengan Ikhlas (BERKAS), akhirnya Suwito dilarikan ke RSM Babat karena kondisinya semakin parah.
“ Pas dicek ternyata HB darahnya 1,2 sehingga dibawa ke RSM Babat selama 4 hari. Alhamdulillah semua biaya digratiskan oleh pihak RSM Babat” kata salah seorang pengurus BERKAS, Purnomo.
Menurut Purnomo yang juga seorang anggota Polsek Babat berpangkat Brigadir Kepala itu, ke depan, BERKAS, juga mengumpulkan donasi dari anggota dan donator lain untuk membantu Suwito dalam memenuki kebutuhan keseharinya selama pemulihan kesehatanya. (LIK PDM)