*) Oleh : Ghulamin Halim
Anggota MPID PDM Lamongan
MuhammadiyahLamongan.com -menanggapi maraknya fenomena “fatherless” di masyarakat urban. Kehadiran peran ayah secara fisik dan emosional berdampak langsung pada perkembangan sosial-emosional anak.
Anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih tangguh dan tidak ragu menghadapi tantangan sosial. Kegiatan seperti berolahraga bersama, berdiskusi tentang nilai hidup, hingga mendampingi saat belajar adalah bentuk pengasuhan sederhana namun efektif dalam membangun resiliensi anak
Dampak Terhadap Anak
- Gangguan Psikologis
Anak yang tumbuh tanpa relasi kuat dengan ayah bisa mengalami ketimpangan psikologis. Misalnya, anak laki-laki menjadi canggung dalam relasi sosial, sementara anak perempuan berpotensi terlalu mudah atau justru sulit mempercayai laki-laki
Fenomena fatherless ini makin tampak di kota-kota besar, ketika ayah kerap absen secara emosional akibat kesibukan atau jarak komunikasi dalam keluarga.
- Kenakalan Remaja
Kurangnya perhatian ayah terhadap anak juga memberikan dampak kenakalan remaja yang bisa berujung pada pelanggaran hukum, seperti merokok, bolos sekolah, sampai penggunaan obat-obatan terlarang.Anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah pun juga lebih sering merasa kesepian dan perasaan takut ditinggalkan karena tidak merasakan perhatian yang cukup dari sang ayah yang seharusnya mendampingi ketika anak mulai beradaptasi di kehidupan sosialnya.
Lantas, Apa Akar Permasalahannya?
Meskipun memiliki peran yang begitu penting, nyatanya peran ayah masih belum maksimal. Peran ayah yang seharusnya mencintai, melatih, dan menjadi model bagi anak hanya terkotakkan menjadi figur pencari nafkah. Hal ini pun didukung dengan didikan zaman dahulu peran seorang ayah sebagai pencari nafkah.
Namun, bukan berarti isu ini tidak dapat diatasi. Para ayah dapat mewujudkan interaksi dan perannya melalui lima hal, yaitu membantu anak dalam menyelesaikan masalah, menjadi teman bermain bagi anak, dan mengajarkan anak mengenai perilaku apa saja yang bisa diterapkan dalam kehidupan sosial. Selain itu, ayah juga bisa turut membantu dengan menyiapkan segala kebutuhan dan membimbing anak agar siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Dengan begitu, kondisi fatherless yang dapat merenggut masa depan para anak ini bisa diberantas. Para ayah harus terus merefleksikan kembali perannya sebagai orang tua dan turut andil dalam pengasuhan. Selain demi menjaga pertumbuhan anak tetap seimbang, interaksi ayah secara signifikan pun dapat membantu memperhangat hubungan antara ayah dan anak
