MuhammadiyahLamongan.com – Halaman Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan dipenuhi semangat dan kekompakan peserta saat lomba pionering dalam rangka Joko Tingkir Literacy Camp Competition 1 Tahun 2026 digelar pada Jumat (8/5/2026). Perlombaan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB itu menjadi salah satu cabang kompetisi kepanduan yang diikuti pelajar SMA/SMK/MA Muhammadiyah se-Jawa Timur.
Sebanyak 72 peserta turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Mereka terbagi ke dalam 10 qobilah yang terdiri atas tim putra dan putri. Seluruh peserta merupakan siswa aktif dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur yang mengikuti kegiatan kemah literasi selama tiga hari di lingkungan UMLA.
Dalam perlombaan itu, setiap tim ditantang membuat konstruksi pionering menggunakan tongkat dan tali yang telah disiapkan dari sekolah masing-masing. Panitia menyediakan area perlombaan berupa lapangan yang dibatasi tali rafia agar setiap kelompok memiliki ruang pengerjaan tersendiri.
Sejak lomba dimulai, para peserta tampak langsung membagi peran di dalam tim. Sebagian peserta bertugas mengikat tali, sebagian lainnya menyusun tongkat, sementara anggota lain memastikan konstruksi berdiri kokoh dan seimbang. Kekompakan dan koordinasi tim menjadi penentu utama dalam penyelesaian pionering.
Penanggung jawab lomba pionering, Rakanda Aldin, bersama juri perlombaan, Rakanda Kamal, turut memantau jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir perlombaan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap peserta mengikuti aturan lomba serta menjaga keamanan selama proses pengerjaan berlangsung.
Salah satu peserta, Rizky Maulana, mengaku antusias mengikuti perlombaan tersebut karena mampu melatih kerja sama tim dan ketelitian antarpeserta.
“Menurut saya lomba ini seru karena membutuhkan kerja sama dan ketelitian. Kami harus saling membantu supaya hasil pionering bisa berdiri dengan baik,” ujar Rizky.
Selama kegiatan berlangsung, suasana perlombaan terpantau tertib dan kondusif. Panitia juga terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi risiko cedera selama peserta menyusun konstruksi pionering.
Sementara itu, salah satu panitia, Rakanda Syahidan, menyampaikan bahwa perlombaan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah lomba pionering berjalan lancar dan tidak ada peserta yang cedera. Waktu yang diberikan selama dua jam juga cukup sehingga seluruh peserta dapat menyelesaikan pengerjaan,” ujarnya.
Lomba pionering menjadi salah satu agenda yang dirancang untuk melatih keterampilan kepanduan, kreativitas, ketelitian, serta kemampuan bekerja sama antarpeserta. Kelancaran pelaksanaan perlombaan tersebut turut menambah semarak rangkaian kegiatan Joko Tingkir Literacy Camp Competition 1 Tahun 2026. (*)
Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro