Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Asal Muasal Camilan Coklat Termaktub di Milk Museum

MuhammadiyahLamongan.com- Para siswa SMP Muhammadiyah 12 Paciran menyelenggarakan kegiatan belajar tentang asal muasal camilan coklat, bertempat di Milk Museum Prigen Pasuruan pada Senin (10/11/2025).

Para siswa SMPM 12 Paciran sangat antusias membaca dan memahami tentang sejarah panjang dari camilan coklat, melalui berbagai narasi penting yang terpajang di Milk Museum. mengingat bahwa Coklat adalah salah satu camilan yang digemari dari usia muda hingga usia dewasa. Camilan coklat yang enak ini ternyata menyimpan sejarah yang begitu panjang.

Coklat memiliki cita rasa manis dan pahit, camilan yang berwarna coklat tua ini berasal dari tumbuhan kakao. Suku yang pertama kali menemukan coklat adalah Suku Aztec yang terletak di Mesoamerika. Pada zaman dulu, coklat dikonsumsi dalam bentuk minuman, Raja Montezuma dari Suku Aztec dapat menghabiskan minuman coklat ini setiap hari sebanyak 50 gelas.

Pada tahun 1519, pelau Spanyol yang bernama Hernan Cortes bertemu dengan Raja Montezuma untuk mempelajari coklat. Lalu ia membawanya ke Eropa dan memperkenalkannya. Orang Eropa biasanya menikmati coklat dengan menambahkan vanilla dan gula batu. Adapun coklat panas yang dijadikan minuman wajib ada dan dihidangkan di pesta-pesta kerajaan.

“Coklat panas wajib ada di pesta-pesta kerajaan”, terang salah satu anggota TERAS yang berasal dari Malang.

Tahun 1830, seorang warga Belanda menemukan coklat batangan untuk pertama kalinya. Ia bernama Coeenrad Van Houten. Selanjutnya, pada tahun 1850, Joseph Storss Fry berhasil menciptakan percetakan coklat secara massal dan mendistribusikannya ke luar negeri. Hal ini membuat coklat semakin banyak dikenal hingga ke luar negeri dan berkembang secara terus-menerus menghasilkan berbagai cita rasa, mulai dari milky coklat, dark coklat, dan sebagainya.

Narasi sejarah asal muasal camilan coklat diatas diperoleh dan dikutip dari tulisan yang terpampang di Milk Museum, hal itu juga dibenarkan oleh guru pendamping kegiatan ini, yakni Ustad Gondo Waloyo.

Menurut ayah 4 anak ini, “Camilan yang berasal dari tumbuhan kakao ini juga dapat dicampurkan ke berbagai makanan. Biasanya dicampurkan ke aneka kue,” pungkasnya.

penulis: Azzahra Azhar dan Gondo Waloyo, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Ketua PDM Lamongan Tekankan Kemuliaan Pendidikan Pada Acara Wisuda ke-III ITBADLA

Next Post

Keliling Cimory Diaryland Bersama Tim Redaksi TERAS

Read next
0
Share